GATRABALI.COM, BULELENG – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja diwarnai upaya pelestarian budaya lokal melalui lomba ngelawar yang digelar Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Kegiatan ini berlangsung di halaman Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Minggu, 29 Maret 2026, dengan melibatkan seluruh kecamatan.
Sebanyak sembilan kecamatan ikut ambil bagian dalam lomba tersebut, sementara satu peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD) turut meramaikan tanpa masuk dalam penilaian. Selain lomba, seluruh kecamatan juga dijadwalkan mengikuti parade pada keesokan harinya sebagai rangkaian perayaan HUT.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menegaskan bahwa lomba ngelawar bukan sekadar kompetisi, melainkan upaya menjaga tradisi kuliner khas yang telah diwariskan turun-temurun.
“Lomba ngelawar ini bertujuan untuk melestarikan tradisi ngelawar khas Kabupaten Buleleng. Lawar yang dilombakan harus sesuai dengan pakem atau aturan khas Buleleng,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa setiap peserta wajib mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan, mulai dari bahan, bumbu, hingga proses pengolahan. Keaslian menjadi poin penting agar tidak terjadi penyimpangan dari tradisi yang ada.
“Mulai dari bahan, bumbu, hingga proses pengolahan harus mengikuti ketentuan sebagai ciri khas lawar Buleleng,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Buleleng, Gede Suyasa, yang juga menjadi juri menjelaskan bahwa penilaian dilakukan secara menyeluruh oleh tiga orang juri dari unsur praktisi dan pemerintah.
Menurutnya, terdapat tiga aspek utama dalam penilaian, yakni persiapan dan kebersihan dengan bobot 20 persen, proses pengolahan 40 persen, serta penyajian dan rasa sebesar 40 persen.
Ia menambahkan, ciri khas lawar Buleleng juga menjadi perhatian penting dalam penilaian, seperti ukuran potongan bahan yang lebih besar serta cita rasa bumbu yang kuat dan cenderung pedas.
Salah satu peserta dari Kecamatan Sukasada, Putu Sudika, mengungkapkan bahwa lomba ini memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam mengolah bahan agar tetap mempertahankan cita rasa khas.
“Tantangan utama ada pada lawar belimbing, bagaimana mengurangi rasa pahit dengan memanfaatkan bahan seperti air kelapa agar rasanya lebih seimbang,” ujarnya.
Dalam perlombaan tersebut, Kecamatan Sukasada berhasil meraih juara pertama, disusul Kecamatan Kubutambahan sebagai juara kedua, dan Kecamatan Gerokgak di posisi ketiga.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap tradisi ngelawar tetap lestari sekaligus semakin dikenal oleh generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya daerah. (adv/gb)





