spot_img
spot_img
BerandaBaliLovina Festival Bangkitkan Spirit Budaya Lewat Panggung Kecak Anak-anak

Lovina Festival Bangkitkan Spirit Budaya Lewat Panggung Kecak Anak-anak

GATRABALI.COM, BULELENG – Dentuman “cak-cak-cak” yang menggema di bibir Pantai Tasik Madu menjadi pembuka megah hari kedua Lovina Festival 2025, Jumat, 25 Juli 2025.

Dalam suasana malam yang penuh magi, pertunjukan kecak kolosal anak-anak bertajuk “Dewi Sita Kepandung” sukses menyita perhatian ratusan penonton, menyuguhkan perpaduan apik antara tradisi, edukasi, dan semangat regenerasi budaya.

Dibawakan oleh kelompok Cakalitaksu dari Sanggar Seni Manik Uttara, pementasan ini tidak hanya menampilkan keindahan gerak dan suara, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi 35 anak-anak yang terlibat sebagai penari.

Baca Juga  AI hingga Sustainable Tourism Jadi Sorotan Bali Future Lab 2026, Dorong Inovasi Pariwisata Bali

Dalam waktu persiapan hanya empat hari, mereka mampu membawakan pertunjukan berdurasi 20 menit dengan totalitas yang mengagumkan.

“Prosesnya memang sangat singkat, tapi penuh antusiasme. Anak-anak ini belajar bukan hanya menari, tapi juga memahami cerita dan nilai moral yang terkandung di dalamnya,” ujar Kadek Sefyan Artawan, pembina garapan, saat ditemui di lokasi acara.

Pertunjukan dibagi dalam tiga struktur utama dengan pendekatan Tri Angga Pertunjukan. Diawali Pengawit, yang memperlihatkan keharmonisan dan kekompakan para penari. Berlanjut pada bagian Pengawak, yang menggambarkan kisah Dewi Sita saat ditawan oleh Rahwana dan menolak bujuk rayunya.

Baca Juga  Peluncuran Buku Maestro Tari Legong dan Kebyar Jadi Momentum Pelestarian Budaya Bali

Kemudian ditutup dengan bagian Pengecet, di mana Hanoman hadir sebagai simbol kekuatan muda, membawa pesan dari Sri Rama dan memimpin perlawanan melawan angkara murka.

Pertunjukan ini tak hanya menjadi hiburan visual, tetapi juga alat edukasi yang mengajarkan nilai kesetiaan, keberanian, dan pengabdian melalui tokoh-tokoh dalam kisah Ramayana.

Ketika dimainkan oleh anak-anak, pesan-pesan moral itu terasa lebih mengena dan membangkitkan harapan akan masa depan pelestarian budaya Bali.

Baca Juga  Wabup Badung Pimpin Rakor Ketersediaan Gas LPG 3 Kg Bersubsidi

Cakalitaksu berhasil menunjukkan bahwa pelestarian seni tradisi tidak harus dimulai dari usia dewasa. Justru sejak dini, anak-anak dapat menjadi agen pelestari budaya yang tangguh jika diberikan ruang dan bimbingan yang tepat.

Lovina Festival 2025 kembali membuktikan bahwa seni budaya lokal memiliki daya tarik kuat, dan melalui keterlibatan generasi muda, warisan ini tak hanya akan terus hidup, tapi juga berkembang dengan wajah baru yang segar dan penuh semangat.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments