spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungNCPI: Budaya jadi akar Hospitality Berkelanjutan di Bali

NCPI: Budaya jadi akar Hospitality Berkelanjutan di Bali

GATRABALI.COM, BADUNG – Ketua Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Bali, Agus Maha Usadha, menyampaikan hospitality sejati Bali berakar kuat pada nilai-nilai luhur budaya.

“Khususnya filosofi Tat Twam Asi dan Tri Hita Karana, yang menjadi fondasi utama bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan Regenerative Hospitality di masa depan,” kata Agus yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Bali itu saat berorasi dalam acara Wisuda Ganesha Campus, di Kuta, Kabupaten Badung, pada Minggu, 21 Desember 2025.

Baca Juga  Tingkatkan Pendidikan Bali, Gubernur Koster Terima Tawaran 100 Beasiswa dari Delegasi Hungaria

Dalam orasinya yang bertajuk The Culture of Hospitality ini, ia menyampaikan keramahtamahan (hospitality) adalah cerminan budaya kita. “Ketika kita melindungi budaya kita, kita menyempurnakan keramahtamahan kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsep Regenerative Hospitality tidak hanya berorientasi pada pelayanan dan keuntungan ekonomi, tetapi juga pada pemulihan nilai budaya, harmoni dengan alam, serta keseimbangan sosial.

Nilai-nilai tersebut, menurutnya, telah lama hidup dalam peradaban Bali dan kini relevan sebagai jawaban atas tantangan global industri pariwisata.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Perkuat Kolaborasi dengan Pusat, Fokus pada Akses Keuangan dan UMKM

Lebih lanjut, Agus memaparkan Nawa Cita Legacy sebagai visi besar pariwisata Indonesia, hospitality bukan sekadar layanan, melainkan cerminan karakter bangsa dan identitas budaya yang harus dijaga dan diwariskan lintas generasi.

Pada kesempatan tersebut, ia pun menyampaikan pesan khusus kepada para wisudawan agar terus meningkatkan kapasitas dan keterampilan kerja, serta mampu membaca dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tren industri ke depan.

Baca Juga  Upacara Napak Tilas di Badung, Pahlawan I Gusti Ngurah Rai Jadi Teladan Generasi Muda

“Generasi muda hospitality harus unggul secara kompetensi, adaptif terhadap teknologi, namun tetap berakar kuat pada nilai budaya. Inilah kunci daya saing pariwisata Indonesia di masa depan,” ujarnya.

Acara wisuda ini dinilai menjadi momentum penting dalam menegaskan peran pendidikan vokasi dan industri hospitality sebagai garda terdepan dalam mencetak sumber daya manusia pariwisata yang berkarakter, berdaya saing global, dan berjiwa budaya. (ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments