GATRABALI.COM, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa kinerja perbankan nasional terus dipantau menggunakan berbagai alat pengawasan.
Salah satu alat yang digunakan adalah Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO), yang hasilnya menunjukkan optimisme tinggi terhadap peningkatan kinerja perbankan pada triwulan IV-2024.
Plt. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, menyebutkan bahwa Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) mencapai angka 66, menandakan zona optimis. Optimisme ini dipengaruhi oleh ekspektasi membaiknya ekonomi domestik, peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru, serta dampak belanja pemerintah selama PILKADA serentak 2024.
Dari hasil survei yang melibatkan 93 bank responden, mayoritas menyatakan bahwa risiko kredit dan likuiditas tetap terkendali dengan Indeks Persepsi Risiko (IPR) sebesar 55. Kinerja kredit juga diprediksi meningkat seiring menurunnya cost of funds dan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut, Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) mencapai 81, menunjukkan keyakinan bank dalam memenuhi target penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) 2024. Upaya ini juga didukung oleh strategi bank dalam memaksimalkan potensi dana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, PILKADA serentak 2024 dinilai memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal, khususnya melalui sektor UMKM, transportasi, dan pariwisata. Aktivitas kampanye politik mendorong peredaran uang yang lebih luas dan menciptakan lapangan kerja sementara.
OJK menyatakan bahwa hasil SBPO dapat menjadi acuan penting dalam melihat proyeksi ekonomi makro dan kinerja perbankan di Indonesia. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi OJK.(gb)





