GATRABALI.COM, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng resmi memulai penataan kawasan Titik Nol Kota Singaraja dengan pelaksanaan ground breaking yang digelar di areal Rumah Jabatan Bupati Buleleng dan Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, Jumat, 20 Februari 2025.
Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna, jajaran DPRD Buleleng, serta Sekda Buleleng Gede Suyasa.
Sebelum seremoni ground breaking, pengerjaan fisik telah berlangsung selama tiga hari, diawali dengan pembongkaran sejumlah bangunan dan penataan pohon di kawasan tersebut. Pemerintah daerah menilai progres awal berjalan lancar sehingga optimistis proyek dapat diselesaikan tepat waktu.
Bupati Sutjidra menjelaskan, penataan Titik Nol Singaraja merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menata dan menghidupkan kembali kawasan bersejarah di Kota Singaraja.
Proyek ini didanai melalui bantuan keuangan khusus Pemerintah Kabupaten Buleleng sebesar Rp25 miliar dengan durasi pengerjaan sekitar 4,5 bulan.
“Pengerjaan penataan titik nol Kota Singaraja ini merupakan upaya kami menata kawasan bersejarah yang ada di Kabupaten Buleleng khususnya di Kota Singaraja. Anggarannya dari bantuan keuangan khusus dari Pemerintah Kabupaten Buleleng sebesar 25 miliar rupiah dengan pengerjaan selama 4,5 bulan,” jelasnya.
Terkait munculnya pro dan kontra di masyarakat, Sutjidra menilai hal tersebut sebagai dinamika yang wajar dalam setiap proses pembangunan. Namun ia meyakini, penataan ini akan memberikan dampak positif, khususnya dalam menjaga dan mengembalikan nilai historis kawasan yang sempat mengalami perubahan signifikan.
Selain penataan Titik Nol, pemerintah juga akan mendesain ulang lobi Kantor Bupati agar kembali difungsikan sebagai ruang terbuka untuk menerima tamu maupun masyarakat yang ingin “mesadu”.
Penataan kawasan puri juga akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertahankan karakter bangunan heritage tanpa tembok tinggi, sehingga lebih terbuka dan humanis.
Dengan dimulainya proyek ini, Pemkab Buleleng berharap Titik Nol Singaraja dapat menjadi ikon baru kota yang tetap berakar pada sejarah, namun tampil lebih tertata dan representatif bagi masyarakat maupun pengunjung.(adv/gb)





