GATRABALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung kembali melaksanakan Upacara Tawur Balik Sumpah Utama yang digelar dengan khidmat di Pura Lingga Bhuwana, Kawasan Puspem Badung, pada Rabu (2/7/2025), bertepatan dengan Buda Kliwon Matal.
Upacara ini merupakan bagian dari rangkaian Karya Mapedudusan Agung, Menawa Ratna, dan Mepeselang, yang akan mencapai puncaknya pada 10 Juli 2025, saat Purnama Kasa.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam upacara ini, termasuk Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, Ketua DPRD I Gusti Anom Gumanti, serta Sekda IB Surya Suamba. Jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, Bendesa Adat se-Badung, dan unsur keagamaan seperti PHDI Badung dan Listibiya, juga turut ambil bagian.
Upacara Tawur dilanjutkan dengan Pedanan, dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Pasuruan dari Griya Magelung Sangeh. Prosesi ini diawali dengan mundut Ida Bhatara dari Utamaning Mandala, menuju tempat tawur, lalu disakralkan di Bale Pedanan. Dalam kesempatan itu, Bupati Adi Arnawa beserta jajaran turut medana punia, sebagai bentuk persembahan tulus kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Usai mengikuti persembahyangan bersama, Bupati Adi Arnawa menyampaikan harapannya agar karya ini membawa keberkahan, kedamaian, dan kelancaran dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui karya ini, mari kita bersama-sama memohon keselamatan dan keseimbangan, baik lahir maupun batin. Saya juga mengajak seluruh ASN untuk ikut berpartisipasi dalam yadnya ini sebagai bentuk bhakti dan wujud rasa syukur,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, Tawur Balik Sumpah adalah simbol pemulihan keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan. Dengan menjaga harmoni tersebut, pemerintah dapat terus menjalankan tanggung jawabnya dengan tulus dan penuh keikhlasan.
Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gde Eka Sudarwitha menyampaikan bahwa karya ini dipuput oleh tujuh sulinggih dari berbagai griya dan mpu, di antaranya:
- Ida Pedanda Gde Oka Watulumbang (Baha)
- Ida Pedanda Gede Putra Dharma (Gulingan)
- Ida Bhujangga Rsi Wyawasthana (Sembung)
- Pandita Mpu Jaya Wijayananda (Kutuh)
- Mpu Brahma Puja Dharma Sidhi (Munggu)
- Ida Bhagawan Raka Kemenuh (Taman)
- Ida Bhagawan Rsi Agung Dhamar Jaya Manuaba (Pemecutan)
Upakara tawur dilengkapi dengan berbagai sarana simbolik, seperti kebo, banteng, ayam panca sata, bebek cemani, asu belang bungkem, dan lain-lain. Selain itu, upacara turut diisi oleh Wali Rejang Dewa, Baris Gede, Wayang Lemah, serta Topeng Sidakarya.
Rangkaian karya berlanjut dengan Melasti dan Mendak Agung pada 4 Juli, dilanjutkan puncak upacara pada 10 Juli, dan mesineb pada 13 Juli 2025, setelah Ida Bhatara nyejer selama tiga hari.(gb)





