GATRABALI.COM, JEMBRANA – Warga Desa Yehembang kini bisa bernapas lega. Penantian panjang mereka sejak 2016 untuk memiliki akses aman menuju SMP Negeri 3 Mendoyo akhirnya terjawab dengan diresmikannya jembatan gantung “Sri Kirana”, Senin, 15 September 2025.
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang menandatangani prasasti peresmian disaksikan Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, Sekda I Made Budiasa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dan siswa.
Kehadiran jembatan ini disambut penuh antusias, terutama oleh para pelajar yang selama ini harus menempuh jalan memutar dan berisiko melewati jalur nasional.
Jembatan gantung yang dibangun dengan konstruksi baja sepanjang 34 meter dan lebar 1,8 meter ini dapat dilalui pejalan kaki maupun kendaraan roda dua.
Proyek tersebut terealisasi melalui dukungan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung senilai Rp 2,449 miliar lebih.
Bupati Kembang Hartawan menuturkan, pembangunan jembatan ini merupakan prioritas karena menyangkut keselamatan anak-anak sekolah.
“Banyak masyarakat berharap adanya jembatan ini. Meski anggaran dari pusat terbatas, kami tetap berusaha agar kebutuhan warga bisa terjawab. Kini anak-anak sekolah bisa lebih aman dan cepat sampai di sekolah tanpa harus menyeberang jalan besar yang berisiko,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa jembatan “Sri Kirana” menjadi satu-satunya jembatan yang berhasil dibangun Pemkab Jembrana pada tahun 2025, sementara sebagian besar anggaran infrastruktur difokuskan pada pembangunan jalan.
“Saya harap masyarakat menjaga dan merawat jembatan ini, agar manfaatnya bisa dirasakan hingga bertahun-tahun ke depan,” tambahnya.
Selain memperlancar akses pendidikan, jembatan ini juga diharapkan dapat menggerakkan perekonomian warga Desa Yehembang. Dengan adanya jalur yang lebih dekat, mobilitas masyarakat dalam aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah dan efisien.
Bendesa Adat Yehembang, I Gede Tunastra, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian Pemkab Jembrana.
“Sejak 2016 warga menantikan jembatan ini. Baru kali ini di era Bapak Bupati Kembang Hartawan dan Wakil Bupati Ipat, jembatan bisa terwujud. Semoga bermanfaat untuk seluruh masyarakat Yehembang,” ucapnya.
Kini, hadirnya jembatan gantung “Sri Kirana” tidak hanya menjadi simbol pembangunan infrastruktur, tetapi juga bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di bidang pendidikan dan keselamatan.(gb)





