GATRABALI.COM, MANGUPURA – Dalam upaya tingkatkan penyerapan gabah petani di Kabupaten Badung terus dilakukan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung, targetkan mampu serap hingga, 400 ton gabah per bulan guna penuhi kebutuhan bahan baku produksi sekaligus mengoptimalkan operasional mesin penggilingan.
Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung, Kompiang Gede Pasek Wedha, menyampaikan, hingga saat ini penyerapan gabah masih berada dikisaran 100 hingga 160 ton per bulan. Angka tersebut masih jauh dari target 400 ton per bulan yang telah ditetapkan.
Dirinya mengatakan, belum tercapainya target tersebut salah satunya disebabkan pola dan sistem kerja sama dengan subak maupun pekaseh masih dalam tahap penyempurnaan.
“Sejumlah kesepakatan telah dibangun dengan subak di Badung selain itu, program diterapkan juga melalui penanaman di lahan sekitar 50 hektare.Dari lahan tersebut, produksi diperkirakan mencapai 10 hingga 12 ton gabah per hektare.Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pasokan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku RMU,” paparnya, beberapa hari lalu, Kamis,(3/9/2026) di Puspem Badung.
Ia menerangkan, Untuk pembelian gabah, sistem yang diterapkan berdasarkan kilogram atau ton. Harga yang disepakati di Subak Pekaseh mencapai Rp6.600 per kilogram, sedangkan di Subak Sempidi, sebesar Rp6.700 per kilogram.
Target penyerapan 400 ton per bulan disesuaikan dengan kapasitas mesin mampu menggiling sekitar 2 ton gabah per jam. Dengan operasional 10 jam per hari, kapasitas pengolahan mencapai 20 ton per hari atau sekitar 400 ton dalam 20 hari kerja.
“Optimalisasi kapasitas tersebut penting untuk menekan beban biaya operasional, termasuk penggunaan listrik, sekaligus menjaga tetap produktif dan berkelanjutan,” ucapnya.
Dirinya menyampaikan, Jika pasokan gabah dari Badung belum mampu memenuhi kebutuhan, Perumda Badung menyiapkan strategi melalui Kerja Sama Antardaerah (KAD).
Sejumlah wilayah di Bali menjadi alternatif sumber pasokan, di antaranya Tabanan, Bangli hingga Buleleng.
Ke depan, penyerapan gabah ditargetkan dapat mencakup sekitar 30 persen dari total produksi gabah di Kabupaten Badung.
“Langkah ini diharapkan tidak hanya mengoptimalkan operasional, tetapi memperkuat juga penyerapan hasil panen petani serta menjaga ketersediaan bahan baku beras di tengah dinamika harga pangan,” terangnya.
Ia menambahkan, Sementara itu, program penanaman turut mendapat dukungan langsung Bupati Badung selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM). Penanaman tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan gabah bagi MGS optimalisasi penyerapan gabah menjadi salah satu kunci agar MGS dapat beroperasi secara maksimal.(gun/gatrabali)


