GATRABALI.COM, DENPASAR – Pj. Gubernur Bali, S.M. Mahendra Jaya, mengajak seluruh pemangku kepentingan di tingkat pusat, Provinsi Bali, dan kabupaten/kota di Kawasan Sarbagita untuk bergotong royong atau ngrombo dalam memperbaiki sistem transportasi di kawasan tersebut.
Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada acara penyerahan hasil kajian Sarbagita Electric Bus Rapid Transit (e-BRT) dan Ulapan Mobility Plan (UMP) dari Pemerintah Australia kepada Pemerintah Republik Indonesia. Acara berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin, 16 Desember 2024.
Menurut Mahendra Jaya, kondisi transportasi di Sarbagita saat ini masih jauh dari harapan.
“Dominasi kendaraan pribadi menjadi tantangan utama, sementara kualitas jalur pejalan kaki buruk dan minat masyarakat terhadap transportasi umum sangat rendah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pertumbuhan jumlah kendaraan yang jauh melampaui panjang jalan memperburuk situasi, mengakibatkan kemacetan, pemborosan energi, dan penurunan daya saing pariwisata.
Mahendra Jaya menekankan perlunya pendekatan komprehensif untuk mengatasi masalah ini, termasuk pembangunan infrastruktur, pengadaan sarana, hingga pembiayaan layanan transportasi publik.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Australia melalui Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT), yang telah menyusun berbagai kajian transportasi untuk Bali, seperti Sustainable Urban Mobility Plan (SUMP), kajian e-BRT, dan Kuta Circulator.
“Kita tidak cukup hanya membangun transportasi pada jalur utama. Harus ada pengadaan feeder, layanan first mile/last mile, serta perbaikan fasilitas pejalan kaki dan tata kelola ruang,” tegasnya.
Ia memastikan Pemprov Bali akan mengalokasikan sumber daya, termasuk penyediaan lahan untuk proyek e-BRT, guna mendukung pembangunan transportasi yang berkelanjutan.
Konsul Jenderal Australia di Denpasar, Jo Stevens, menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan transportasi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
“Kami telah melakukan kajian untuk memastikan kelayakan proyek transportasi di Sarbagita, dengan fokus pada transportasi aman dan ramah lingkungan,” ungkapnya.
Stevens juga menyoroti pentingnya kesetaraan akses dalam transportasi publik, terutama bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan. Selain itu, ia mendorong penggunaan kendaraan dengan emisi nol (zero emission) guna mendukung komitmen global dalam memerangi pemanasan global.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I.G.W. Samsi Gunarta, menyoroti kemacetan di Bali yang semakin parah, terutama dengan kunjungan wisatawan domestik dan internasional yang mencapai 13 juta orang pada tahun 2024.
“Beban jalan semakin berat karena dominasi kendaraan pribadi. Kami berharap rencana dari KIAT dapat menjadi solusi nyata,” ujarnya.
Dengan komitmen dari berbagai pihak dan kolaborasi lintas sektor, perbaikan sistem transportasi Sarbagita diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bali dan mendukung daya saing pariwisata. (gus/gb)





