GATRABALI.COM, MANGUPURA – Operasi pencarian terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia yang dilaporkan hilang di sekitar Tanjung Mebulu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, berakhir setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (26/9/2026).
Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sebelumnya menerima laporan mengenai dugaan hilangnya seorang WNA di kawasan Tanjung Mebulu pada Sabtu pagi.
Dimana ditemukan motor yang terparkir seharian. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera diberangkatkan menuju lokasi.
Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan melakukan koordinasi dan pemantauan di sekitar area yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.
Pada pukul 10.00 Wita, tim berkoordinasi dengan Polair Polresta Denpasar, dan selanjutnya menemui Kepala Lingkungan Desa Pecatu untuk memperoleh informasi terkait kondisi dan karakteristik wilayah di sekitar lokasi kejadian.
Upaya pencarian dilakukan melalui pantauan udara menggunakan drone thermal pada pukul 11.45 Wita di sekitar area pinggir tebing. Namun, dari hasil pemantauan tersebut belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Sekitar 5 menit berselang, tim SAR menerima informasi dari masyarakat setempat yang mencium bau tidak sedap di sekitar lokasi.
Setelah dilakukan penelusuran, masyarakat menemukan keberadaan jenazah di bawah tebing, di antara bebatuan. Masyarakat kemudian berinisiatif menggunakan drone untuk memastikan posisi korban dari jarak yang lebih dekat.
Setelah lokasi korban dipastikan, pukul 13.10 Wita tim SAR gabungan bergerak menuju posisi korban melalui jalur Pantai Nyang-Nyang.
Medan yang terjal dan dipenuhi bebatuan menjadi salah satu tantangan dalam proses evakuasi. Akhirnya pada pukul 15.00 Wita jenasah G Artem (40) bisa dievakuasi dari lokasi penemuan menuju pesisir Pantai Nyang-Nyang.
Menurut Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Wahyu Sidhiarta, mengatakan proses evakuasi korban menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
“Adapun kendala yang tim SAR hadapi dalam mengevaluasi korban, yang pertama terkendala air pasang, jadi kita harus menunggu air surut, yang ke dua jalan yang terjal dan bebatuan,” ucapnya.
Sembari Ia menambahkan, Setelah terevakuasi korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans Klinik Nusa Medika menuju Rumah Sakit Prof. Ngoerah untuk proses lebih lanjut.
Dalam pelaksanaan operasi SAR hingga proses evakuasi korban, turut terlibat personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polair Polresta Denpasar, Polairud Polda Bali, Babinsa, SAR Dog, Pecalang setempat, Linmas Pecatu, ORARI Bali, Kepala Lingkungan Desa Pecatu, Kelian Desa Pecatu, serta masyarakat setempat.(gun/gatrabali)


