GATRABALI.COM, JAKARTA – Usia tak menjadi penghalang untuk berkarya. Merrywati Peruba (83) membuktikan hal tersebut dengan tampil sebagai juara pertama kategori umum dalam Pasanggiri Angklung Satu Hati (PASH) 2026 yang digelar PT Astra Honda Motor (AHM).
Ia bersama grup Gita Pundarika NSI berhasil unggul di tengah kompetisi yang diikuti sekitar 1.700 peserta dari 21 kabupaten/kota di Indonesia.
Dalam babak final yang berlangsung Kamis, 5 Februari 2026, Merrywati tampil bersama 39 pemain angklung lain yang sebagian besar berusia di atas 50 tahun.
Membawakan lagu Donau Wellen, penampilan mereka dinilai memikat dewan juri berkat kekompakan permainan, kreativitas aransemen, serta estetika panggung.
“Bermain angklung menjadi salah satu cara untuk memperkuat daya ingat, memberikan kenyamanan dan perasaan bahagia. Dari angklung kita belajar pentingnya kerjasama guna menghasilkan melodi yang indah dan harmonis. Ajang PASH bagi kami adalah ruang untuk berkreasi sekaligus mengekspresikan hobi bermusik,” ujar Merrywati.
Selain kategori umum, panitia juga menetapkan pemenang dari kategori Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), serta memilih dua tim terfavorit berdasarkan dukungan warganet di media sosial.
Para peserta menampilkan berbagai genre musik, mulai dari lagu daerah, lagu anak-anak, hingga original soundtrack film.
General Manager Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin menilai ajang ini menjadi bukti bahwa angklung mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya.
“Ini membuktikan angklung mampu berpadu dengan berbagai jenis musik. Teknik permainan musik, kreativitas aransemen hingga estetika dalam penampilan menjadi poin utama penilaian,” ujarnya.
Tak hanya kompetisi, PASH juga menghadirkan sesi pembekalan melalui program Astra Honda Berbagi Ilmu (AHBI), yang memberikan materi tentang teknik bermain angklung, olah vokal, digitalisasi alat musik tradisional, hingga strategi pembuatan konten kreatif di media sosial.
Melalui kegiatan ini, AHM berharap angklung yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia dapat terus dilestarikan sekaligus dikembangkan secara kreatif oleh generasi muda sebagai simbol harmoni, kolaborasi, dan kebanggaan budaya Indonesia.(ri/gb)





