spot_img
BerandaBaliTiga Korban Rabies Meninggal di Buleleng, Dinkes Gandeng Kemenko PMK Perkuat Pencegahan

Tiga Korban Rabies Meninggal di Buleleng, Dinkes Gandeng Kemenko PMK Perkuat Pencegahan

GATRABALI.COM, BULELENG – Kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Kabupaten Buleleng masih menjadi perhatian hingga September 2026. Dalam periode tersebut, tercatat tiga orang meninggal dunia akibat rabies.

Menyikapi kondisi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng berupaya memperkuat langkah pencegahan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta peningkatan kewaspadaan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto, menyampaikan hal tersebut saat membuka kegiatan Asesmen Implementasi PHBS untuk Pencegahan Zoonosis dan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Kegiatan yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia itu berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Buleleng, Selasa, 13 Oktober 2026.

Sucipto mengungkapkan, dari tiga korban meninggal akibat rabies, dua orang tidak melaporkan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Adapun satu korban lainnya tidak kembali ke fasyankes untuk memperoleh Vaksin Antirabies (VAR).

Baca Juga  Mengurangi kasus Rabies Kadis Sucipto Harapkan Kesadaran Masyarakat Melakukan VAR Jika Terkena Kasus GHPR

Menurutnya, fakta tersebut memperlihatkan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya rabies dan langkah penanganan setelah mengalami gigitan hewan berisiko. Penanganan medis secara cepat dan sesuai prosedur menjadi hal penting untuk mencegah dampak yang lebih fatal.

“Kurangnya pemahaman dan kurangnya kewaspadaan masyarakat terhadap kasus gigitan hewan menjadi perhatian serius bagi kita semua,” ujarnya.

Dalam upaya mengendalikan rabies, Pemkab Buleleng telah melakukan berbagai langkah melalui koordinasi lintas sektor dan lintas program. Sebanyak 74 Tim Siaga Rabies (TISIRA) telah dibentuk di sejumlah desa. Dukungan regulasi juga tersedia melalui 129 peraturan desa (Perdes) dari 129 desa serta 33 perarem terkait penanganan rabies.

Baca Juga  Hantavirus Jadi Perhatian, Pemprov Bali Perkuat Surveilans Kesehatan di Bandara dan Pelabuhan

Kendati demikian, upaya tersebut dinilai masih perlu diperkuat agar risiko penularan dapat ditekan. Peningkatan kesadaran masyarakat untuk segera mendapatkan penanganan medis setelah digigit hewan penular rabies menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian.

Sucipto menjelaskan, rabies termasuk penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat ditularkan dari hewan kepada manusia. Selain rabies, zoonosis dan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) juga berpotensi mengancam kesehatan masyarakat serta menimbulkan dampak sosial dan ekonomi.

Risiko penularan penyakit tersebut dapat dipengaruhi oleh interaksi manusia dengan hewan, perubahan lingkungan, pola hidup, hingga mobilitas masyarakat. Oleh sebab itu, pencegahan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui perubahan perilaku masyarakat.

Baca Juga  Napak Tilas HUT ke-422 Singaraja Diserbu Generasi Muda, Peserta Meningkat 70 Persen

“Pencegahan zoonosis dan PIE memerlukan pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan serta melibatkan lintas sektor,” ungkap Sucipto.

Penerapan pendekatan tersebut dapat dilakukan melalui penguatan higiene dan sanitasi, keamanan pangan, penanganan hewan secara aman, serta pengelolaan lingkungan. Selain itu, diperlukan koordinasi kebijakan dan program antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, mitra pembangunan, serta pemangku kepentingan terkait.

Melalui asesmen implementasi PHBS ini, Sucipto berharap kerja sama dengan tim Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia dapat memperkuat upaya pencegahan penyakit sekaligus meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat di Kabupaten Buleleng.(adv/gatrabali)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments