GATRABALI.COM, DENPASAR — Tim SAR gabungan berhasil melaksanakan evakuasi medis (medevac) terhadap seorang crew kapal cargo ANL BURRUP TRADER pada Kamis (16/5).
Kapal berbendera Cyprus dengan panjang 117 meter tersebut bertolak dari Semarang, Indonesia, menuju Dampier, Australia, dengan membawa 20 orang crew.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menerima informasi dari VTS Benoa bahwa seorang crew kapal mengalami kecelakaan kerja. “Laporan diterima oleh petugas siaga sekitar pukul 08.50 WITA, dan dalam keterangannya, korban mengalami cedera serius pada jari tangan,” ujar Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, dalam keterangan tertulisnya di Badung.
Usai menerima laporan, operator komunikasi segera berkoordinasi dengan agen kapal untuk menentukan titik intercept di seputaran Perairan Tanjung Benoa. Diketahui bahwa korban berinisial FGG (26) adalah warga negara Filipina.
Sebanyak tujuh personil dari Basarnas Bali bergerak menuju lokasi medevac dengan menggunakan RIB 02 Denpasar pada pukul 15.43 WITA, bersama dengan personil KPLP Benoa yang turut bergabung melakukan evakuasi korban. Berselang 12 menit, tim SAR gabungan telah merapat di titik intercept yang berjarak lurus sekitar 2,4 Nm dari Pelabuhan Benoa. Kondisi tinggi gelombang berkisar antara 0,75 hingga 2,5 meter, dan jarak pandang sekitar 40,2 km.
“Pukul 16.05 WITA, korban berhasil dievakuasi ke RIB KPLP Benoa dan kembali menuju Pelabuhan Benoa. Untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut, korban dibawa ke RS Siloam menggunakan ambulance,” jelas Sidakarya.
Selama proses medevac berlangsung, turut terlibat unsur SAR dari Basarnas Bali sebanyak 11 orang, Agent Kapal PT. Trans Cakrawala 4 orang, KPLP 3 orang, VTS Pelabuhan Benoa 2 orang, RS Siloam 2 orang, serta KKP Pelabuhan Benoa 2 orang.
Operasi medevac ini menunjukkan kerja sama yang solid antara berbagai instansi terkait dalam menangani situasi darurat di laut, memastikan keselamatan crew kapal yang mengalami cedera. (gun/gb)