spot_img
BerandaBaliTumpek Uye Jadi Momentum Pelestarian Penyu, 200 Tukik Dilepas di Jembrana

Tumpek Uye Jadi Momentum Pelestarian Penyu, 200 Tukik Dilepas di Jembrana

GATRABALI.COM, JEMBRANA — Semangat menjaga kelestarian satwa mewarnai peringatan Tumpek Uye atau Tumpek Kandang di Kabupaten Jembrana. Momentum tersebut dimanfaatkan dengan melepasliarkan 200 tukik ke habitatnya dari kawasan Konservasi Penyu Kurma Asih, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Sabtu (5/9/2026).

Pelepasan tukik ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan populasi penyu di pesisir Jembrana. Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, dan Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Agenda ini juga diikuti unsur Forkopimda, jajaran Pemkab Jembrana, serta masyarakat yang selama ini memiliki perhatian terhadap konservasi penyu.

Baca Juga  Karya Suci di Pura Pasek Gelgel Tagtag, Bupati Adi Arnawa Ajak Masyarakat Jaga Nilai Kebersamaan

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata pemuliaan terhadap satwa dan lingkungan sesuai makna Tumpek Kandang.

“Hari ini kita melaksanakan pelepasan tukik memperingati hari Tumpek Kandang. Jadi ini sebagai upaya kita merawat hewan, menjaga kehidupan, dan menjaga keseimbangan alam kita. Kalau kita menyayangi alam, maka alam pun akan menyayangi kita,” ujar Bupati Kembang.

Baca Juga  Bupati Kembang Hartawan Dukung Khitanan Massal di Peringatan Maulid Nabi

Sementara itu, Ketua Kelompok Konservasi Penyu Kurma Asih, I Wayan Anom Astika, menjelaskan bahwa seluruh tukik yang dilepasliarkan merupakan spesies penyu lekang yang baru menetas.

“Ada 200 ekor dan itu semua jenisnya penyu lekang. Itu yang menetas tadi pagi dan baru kemarin,” jelas Anom.

Ia menambahkan bahwa pihak konservasi selalu berpegang teguh pada prinsip pelestarian alam tanpa eksploitasi agar rantai ekosistem tetap terjaga secara alami.

Baca Juga  Sertijab Ketua TP PKK dan Dekranasda Badung, Seniasih Giri Prasta Sampaikan Pesan Pengabdian

“Kurma Asih melakukan konservasi. Tidak ada eksploitasi, dia perlakuannya tidak merasa disiksa, dia tidak boleh ditahan. Soalnya secara nalurinya dia kan satwa liar,” tegasnya.

Peringatan Tumpek Kandang ini diharapkan dapat terus membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat Jembrana untuk aktif menjaga kelestarian satwa liar dan ekosistem pesisir pada khususnya.(ri/gatrabali)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments