spot_img
BerandaBaliUndhira Dampingi UMKM Jamu Tradisional, Efisiensi Produksi Tembus Lebih dari 80 Persen

Undhira Dampingi UMKM Jamu Tradisional, Efisiensi Produksi Tembus Lebih dari 80 Persen

GATRABALI.COM, DENPASAR – Universitas Dhyana Pura (Undhira) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) mendampingi UMKM Djamoe Ala Mbo Dek di Kebun Kalpataru, Jalan Sedap Malam, Denpasar.

Pendampingan yang berlangsung pada 25 Juni hingga 22 Juli 2026 tersebut difokuskan pada peningkatan efisiensi produksi jamu tradisional berbahan rimpang.

Program ini dilakukan dengan memperkenalkan teknologi tepat guna sekaligus memberikan pendampingan mengenai mutu produk dan pengembangan usaha. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu UMKM meningkatkan produktivitas tanpa mengesampingkan kualitas dan keamanan produk.

Selama ini, UMKM Djamoe Ala Mbo Dek mampu menghasilkan sekitar 40 liter jamu per hari dengan durasi produksi mencapai enam jam. Salah satu proses yang cukup menyita waktu adalah pencacahan bahan baku rimpang yang masih dikerjakan secara manual.

Untuk menjawab kendala tersebut, tim PKM Undhira memberikan alat pencacah basah dan pencacah kering. Kehadiran peralatan tersebut membuat proses pencacahan yang sebelumnya memerlukan waktu sekitar 15 menit dapat dipangkas menjadi kurang lebih satu menit.

Baca Juga  Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumah Kosong, Warga Kerobokan Geger

Efisiensi waktu pencacahan tersebut mencapai lebih dari 80 persen. Selain mempercepat proses persiapan bahan baku, penggunaan teknologi ini juga membantu mengurangi beban kerja selama produksi.

Tim PKM Undhira melibatkan dosen dan mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika serta Program Studi Gizi. Tim diketuai Putu Wida Gunawan, S.Si., M.Cs., dengan anggota I Gusti Ayu Wita Kusumawati, S.Si., M.Sc. dan Dr. nat. techn. Ida Bagus Agung Yogeswara, S.TP., M.Sc.

Pelaksanaan kegiatan juga didukung tiga mahasiswa, yakni Edo Karisma, Reineldis Nini Salu, dan Yadi Kabukut Pangga Leo.

niversitas Dhyana Pura (Undhira) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) mendampingi UMKM Djamoe Ala Mbo Dek di Kebun Kalpataru, Jalan Sedap Malam, Denpasar
niversitas Dhyana Pura (Undhira) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) mendampingi UMKM Djamoe Ala Mbo Dek di Kebun Kalpataru, Jalan Sedap Malam, Denpasar. sumber foto : istimewa/gatrabali

Keterlibatan dua bidang keilmuan tersebut menjadi bagian dari pendekatan kolaboratif dalam program. Aspek teknologi dipadukan dengan pengetahuan mengenai keamanan pangan serta pengembangan usaha untuk membantu meningkatkan daya saing UMKM.

Ketua tim PKM, Putu Wida Gunawan, mengatakan peralatan yang diberikan dirancang berdasarkan kebutuhan nyata mitra sehingga dapat langsung dimanfaatkan dalam kegiatan produksi.

Baca Juga  Delegasi Laamu Atoll Maldives Kunjungi Denpasar, Perkuat Kerja Sama Pemerintahan dan Pariwisata

“Tujuan kami bukan hanya memberikan peralatan, tetapi juga meningkatkan kemampuan mitra dalam memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan proses produksi yang lebih efisien, produk yang lebih berkualitas, dan usaha yang semakin berdaya saing,” ujarnya.

Tidak hanya alat pencacah, tim PKM Undhira juga menyerahkan sejumlah peralatan pendukung berupa alat penyaring, alat pengkodean produk, dan showcase.

Pendampingan kepada UMKM Djamoe Ala Mbo Dek juga mencakup penerapan higiene dan sanitasi dalam pengolahan pangan. Selain itu, mitra mendapatkan materi mengenai pelabelan produk, penyimpanan, hingga strategi pemasaran melalui kanal digital.

Materi tersebut diarahkan untuk memperbaiki pengelolaan produk sekaligus membantu pelaku usaha memperluas akses pasar.

Pemilik UMKM Djamoe Ala Mbo Dek, Ni Wayan Eka Sulistia Dewi, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan melalui program PKM tersebut. Menurutnya, penggunaan alat pencacah membuat proses persiapan bahan baku menjadi lebih singkat dan pekerjaan menjadi lebih ringan.

Ia juga menilai pendampingan mengenai higiene dan sanitasi, pelabelan, penyimpanan, serta pemasaran digital memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha.

Baca Juga  Astra Motor Bali Bekali Pengendara Motor Kopling dengan Tips Berkendara Aman

“Terimakasih kami sampaikan kepada DPPM yang telah memberikan bantuan alat-alat serta pendampingan melalui tim PKM Universitas Dhyana Pura, sehingga dapat mempercepat proses produksi kami,” ungkap Eka.

Melalui skema PBM, Universitas Dhyana Pura berupaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM. Penerapan teknologi tepat guna diharapkan tidak berhenti pada percepatan produksi, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas, keamanan, dan daya saing jamu tradisional.

Penguatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga serta mengembangkan produk jamu yang berbasis kearifan lokal agar mampu berkembang mengikuti kebutuhan pasar.

Kegiatan ini merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026.

Program tersebut dilaksanakan berdasarkan Kontrak Induk Nomor 211/C3/DT.05.00/PM/2026 dan Kontrak Turunan Nomor 690/DST/LL8/DT.05.00/2026. (*/gatrabali)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments