spot_img
BerandaBaliWisatawan Membludak, Penerimaan PWA Bali Tembus Rp 74 Miliar

Wisatawan Membludak, Penerimaan PWA Bali Tembus Rp 74 Miliar

GATRABALI.COM, DENPASAR – Libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2025 membawa dampak positif terhadap sektor pariwisata Bali.

Sejumlah objek wisata favorit seperti Tanah Lot, Desa Penglipuran, dan kawasan Bedugul dilaporkan mengalami lonjakan jumlah pengunjung selama periode libur tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjokorda Bagus Pemayun, menyampaikan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan terlihat merata di berbagai destinasi unggulan.

“Beberapa objek wisata membeludak. Kayak di Tanah Lot, di Penglipuran, di Bedugul itu semua naik jumlah kunjungannya,” ungkapnya saat ditemui di Gedung DPRD Bali, Selasa, 8 April 2025.

Meski data total kunjungan masih dalam tahap rekapitulasi, Pemayun mengungkapkan bahwa tren peningkatan sudah terlihat sejak akhir Maret.

Berdasarkan data pergerakan penumpang dari 24 Maret hingga 8 April 2025, tercatat sebanyak 400.979 wisatawan masuk ke Bali.

Baca Juga  Gubernur Koster Respons Pandangan Fraksi, Tekankan Prioritas Layanan Publik dalam Revisi APBD 2025

Ia menjelaskan bahwa peningkatan jumlah wisatawan domestik terjadi setelah Hari Raya Nyepi, sementara wisatawan mancanegara sudah mulai berdatangan sebelum Nyepi, termasuk dalam rangka peluncuran penerbangan perdana Saudi Airlines pada 31 Maret lalu.

“Saya lihat langsung di Bandara Ngurah Rai, itu luar biasa ramainya,” ujarnya.

Dibandingkan dengan periode Lebaran tahun lalu, kunjungan wisatawan domestik tahun ini naik sekitar 6–10 persen.

Mayoritas wisatawan masih berasal dari Pulau Jawa, didukung oleh konektivitas jalan tol yang kini hampir menyambung hingga Banyuwangi.

Sementara itu, penerimaan dari Pungutan Wisatawan Asing (PWA) juga menunjukkan angka yang menggembirakan. Hingga Minggu pagi 7 April 2025, pendapatan dari PWA mencapai Rp 74,88 miliar.

“Kita tetap menerima (pungutan) ini seoptimal mungkin,” ujar Pemayun.

Baca Juga  Gubernur Koster Bergerak Cepat ke Jakarta, Upayakan Normalisasi Sungai dan Optimalisasi Pungutan Wisatawan Asing

Terkait sistem pembayaran, seluruh pungutan dilakukan secara nontunai. Namun, Pemayun mengakui masih ada tantangan di lapangan, terutama dalam proses pengecekan wisatawan yang telah membayar.

“Checker kita masih belum optimal. Kita mengecek wisata bayar atau belum itu masih acak. Strategi kita termasuk monitoring dan evaluasi di objek wisata,” jelasnya.

Sebagai upaya perbaikan, Pemprov Bali telah menyiapkan skema kerjasama dengan pihak ketiga untuk membantu proses pemungutan PWA, termasuk hotel, restoran, agen perjalanan, dan pengelola objek wisata.

Imbal jasa bagi mitra dipatok maksimal 3 persen dari pungutan, atau sekitar Rp 4.500 per wisatawan.

Mengenai rencana pengoperasian kapal cepat dari Banyuwangi ke Pelabuhan Serangan, Pemayun mengaku belum mendapat konfirmasi resmi dari Pemprov Jawa Timur. Meski demikian, ia menyambut positif rencana tersebut sebagai bagian dari strategi penguatan konektivitas wilayah 3B (Bali Barat, Bali Utara, dan Banyuwangi).

Baca Juga  Gubernur Koster Dorong Inovasi di Bandara Ngurah Rai, Fasilitas Baru hingga Kendaraan Listrik

“Kalau itu benar, akan sangat membantu distribusi wisatawan domestik,” ucapnya.

Di tengah lesunya kondisi ekonomi nasional, pariwisata Bali tetap menunjukkan performa yang menjanjikan.

Wisatawan domestik rata-rata menginap selama 4 hari 3 malam, dengan pengeluaran harian mencapai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per orang.

“Artinya, spending time dan spending money wisatawan masih bagus. Ini karena Bali masih menjadi destinasi yang diinginkan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” tutup Pemayun.

Laporan dari para General Manager hotel dan asosiasi perhotelan seperti PHRI juga memperkuat tren positif ini. Tingkat hunian kamar selama libur panjang dilaporkan mencapai lebih dari 70 persen, khususnya dari wisatawan mancanegara. (gus/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments