GATRABALI.COM, BADUNG – Berdasarkan hasil pemantauan Pusat Gempabumi Regional III, Maret 2026, wilayah Bali diguncang gempabumi sebanyak 106 kali.
Dari kekuatannya, gempabumi memiliki berbagai variasi yaitu M <=3, 3 < M < 5, dan M>=5,
“Maret 2026 gempabumi didominasi oleh gempabumi dengan M<=3,” terang, PMG Pertama BMKG, Aina Najwa Darmanto, S.Tr. Geof, pada Senin (6/4/2026) di Badung.
Dirinya mengatakan, Periode Maret 2026 memiliki variasi gempabumi yaitu M<=3 sebanyak 101 kejadian, 3<M<5 sebanyak 5 kejadian, dan tidak terdapat kejadian gempabumi untuk M>=5.
Kemudian berdasarkan hasil pemantauan Pusat Gempabumi Regional III, sepanjang 2026 (Januari hingga Maret 2026) dominasi kejadian gempabumi berbeda-beda.
Januari 2026 didominasi kejadian gempabumi di Selat Lombok. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan aktivitas sesar di Selat Lombok.
Selanjutnya Februari 2026, kejadian gempabumi tidak memiliki dominasi kejadian gempabumi (gempabumi tersebar di wilayah Bali). Sedangkan, Maret 2026, kejadian gempabumi didominasi di sekitar Timur Laut Jembrana.
“Gempabumi tersebut merupakan gempabumi dangkal yang disebabkan karena adanya peningkatan sesar aktif di darat, dengan aktivitas gempabumi selama periode Maret 2026 di wilayah Bali memiliki variasi dengan magnitudo antara 1.1 – 4.7,” sebutnya.
Ia menyampaikan, Aktivitas gempabumi periode Maret 2026, terjadi peningkatan di wilayah Timur Laut Jembrana, hal ini disebabkan adanya peningkatan aktivitas sesar aktif di darat.
Ia menghinbau, Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya.
Pahami langkah-langkah mitigasi sebelum, saat, dan setelah kejadian gempabumi signifikan, dan Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg. (gun/gb)





