GATRABALI.COM, JEMBRANA – Semangat seni dan kreativitas generasi muda Jembrana kembali ditampilkan dalam Parade Ogoh-Ogoh 2026 yang digelar Kamis (12/3/2026) sebagai bagian dari Masikian Festival 2026. Sebanyak 15 ogoh-ogoh terbaik hasil seleksi ketat dari seluruh kecamatan unjuk kebolehan di panggung festival yang berlangsung di Jembrana.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas para Sekaa Teruna Teruni (STT) yang berhasil menghadirkan karya inovatif.
“Setiap karya yang ditampilkan tidak hanya megah, tetapi juga menunjukkan inovasi teknologi mekanis dan robotik. Hal ini membuktikan bahwa generasi muda Jembrana mampu melestarikan budaya sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” kata Bupati Kembang Hartawan.
Selain memberikan penghargaan berupa dana pementasan Rp10 juta untuk masing-masing peserta 15 besar, pemerintah daerah menyiapkan total hadiah sebesar Rp60 juta untuk pemenang utama.
Bupati menekankan, proses pembuatan ogoh-ogoh memerlukan kerja sama dan kerja keras berbulan-bulan, sehingga lomba ini tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga membangun nilai kebersamaan antar-pemuda di banjar.
“Di balik setiap ogoh-ogoh ada kerja keras, diskusi, dan gotong royong. Nilai-nilai ini yang perlu kita pelihara, karena esensi dari kegiatan ini adalah memperkuat kebersamaan, bukan sekadar mencari juara,” jelasnya.
Bupati juga mengingatkan dewan juri untuk menilai secara objektif dan transparan, agar pemenang benar-benar mencerminkan kualitas karya peserta.
Seiring dengan parade ogoh-ogoh, Bupati Kembang Hartawan mengajak masyarakat menjadikan momentum Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai waktu refleksi diri. Mengingat perayaan Nyepi tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri, ia juga menekankan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama di Jembrana.
Rangkaian Masikian Festival 2026 akan berlangsung hingga 14 Maret 2026. Seluruh masyarakat diundang untuk mengunjungi Gedung Kesenian Bung Karno, tempat pameran karya finalis yang menjadi representasi kreativitas dan masa depan seni budaya Jembrana.(ism/gb)





