spot_img
spot_img
BerandaBaliPemkot Denpasar Ajukan Dua Tradisi Lokal Jadi Warisan Budaya Takbenda Nasional

Pemkot Denpasar Ajukan Dua Tradisi Lokal Jadi Warisan Budaya Takbenda Nasional

GATRABALI.COM, DENPASARPemerintah Kota Denpasar terus berupaya menjaga eksistensi budaya lokal agar tetap lestari dan diakui secara nasional.

Tahun 2025 ini, melalui Dinas Kebudayaan, dua unsur budaya tradisional khas Denpasar diusulkan masuk sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia.

Dua tradisi yang diajukan adalah Gending Ancag-Ancagan dari Banjar Cerancam, Kesiman, serta Baris Gede Telek dari Banjar Belong, Sanur. Keduanya tengah dalam proses verifikasi oleh Tim Ahli WBTB dari Kementerian terkait.

Baca Juga  Wawali Denpasar Hadiri Natal IKAT Bali, Tegaskan Spirit Vasudhaiva Kutumbakam

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, bersama Kabid Cagar Budaya dan Permuseuman, Ni Wayan Sri Witari, mengatakan pengajuan ini merupakan bagian dari upaya pelindungan dan dokumentasi budaya lokal.

“Kami berharap dua tradisi ini bisa ditetapkan sebagai WBTB Indonesia pada sidang nasional yang rencananya digelar Agustus mendatang,” ujar Raka, Senin (9/6/2025).

Baca Juga  Antisipasi Perkembangan DB di Musim Penghujan, Pemkot Denpasar Gencar Lakukan Fogging

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa pengajuan WBTB tidak sekadar administratif, namun membutuhkan kajian akademik serta dokumentasi pendukung seperti video dokumenter. Hal ini sudah menjadi bagian dari program rutin sejak tahun 2019.

“Dengan pengusulan ini, kami berupaya memastikan budaya lokal tetap terjaga dan tidak diklaim pihak luar. Ini bentuk konkret perlindungan warisan budaya daerah,” ujarnya.

Baca Juga  Sambut Turnamen Ceki, Sekda Adi Arnawa Tampilkan Komitmen Pemkab Badung dalam Mendukung Budaya

Selain untuk pelestarian, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemajuan kebudayaan di Denpasar. Raka menyebut, pendokumentasian WBTB penting sebagai dasar pelindungan hukum serta penguatan identitas budaya masyarakat.

“Semoga proses ini berjalan lancar dan hasilnya bisa memperkuat posisi Denpasar sebagai kota budaya,” pungkasnya.(gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments