GATRABALI.COM, DENPASAR – Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan pohon tumbang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar bersama BPBD mengintensifkan pemangkasan pohon-pohon perindang di sejumlah titik kota.
Kabid Tata dan Pertamanan DLHK Kota Denpasar, Ida Ayu Widhiyanasari, menjelaskan bahwa upaya pemangkasan ini dilakukan secara rutin oleh petugas yang tersebar setiap harinya.
“Kami menugaskan 27 personel untuk menangani perawatan dan penataan pohon perindang, termasuk menindaklanjuti permintaan warga di area publik seperti sekolah, kantor, dan tempat ibadah,” ujarnya.
Namun demikian, Ida Ayu menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga pohon di lingkungan pribadi mereka. Ia menegaskan bahwa perawatan pohon di pekarangan rumah atau lahan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik lahan.
“Kami mengajak masyarakat untuk turut aktif melakukan pemangkasan mandiri sebagai langkah preventif,” tambahnya.
DLHK juga secara berkala memangkas jenis pohon tertentu seperti angsana, bungur, asam jawa, bintaro, hingga tabebuya yang kerap ditanam di sepanjang jalan kota.
Baru-baru ini, tim DLHK bersama BPBD turun langsung menangani kasus pohon mangga tumbang di Jalan Kembang Matahari I, Senin (9/6/2025).
Proses evakuasi berlangsung cepat berkat kerja sama dengan pihak kelurahan, BPBD, dan masyarakat.
“Ini contoh kolaborasi yang baik, termasuk dari pihak pemilik vila yang bersedia melanjutkan penanganan di lahannya sendiri,” kata Ida Ayu.
DLHK mengimbau masyarakat agar segera melaporkan ke DLHK atau BPBD Denpasar bila menemukan pohon yang terlihat rapuh atau tumbang, demi keselamatan bersama.(gb)





