GATRABALI.COM, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) menggelar Lokakarya Literasi Digital bertema “Literasi Digital Berakar Lokal, Berdampak Global” di PLUT Buleleng, Rabu (11/6/2025).
Kegiatan ini menyasar generasi muda agar tidak hanya cakap digital secara teknis, tetapi juga mampu mengangkat nilai-nilai budaya lokal ke tingkat global.
Kepala DAPD Buleleng, Made Era Oktarini, menegaskan pentingnya menjadikan budaya lokal sebagai pondasi dalam penggunaan teknologi digital. Menurutnya, era digital menuntut masyarakat tidak hanya pandai mengakses informasi, tetapi juga mampu menyaring serta menyebarkan nilai-nilai positif yang berakar pada kearifan daerah.
“Literasi digital berbasis kearifan lokal bukanlah penghambat kemajuan, melainkan jembatan untuk membawa identitas budaya kita ke dunia global,” ujar Era.
Ia menambahkan, di tengah derasnya arus informasi, masyarakat harus tetap memiliki daya tahan budaya dan identitas. Semangat literasi juga harus dibangkitkan kembali agar tidak terputus oleh zaman. Dokumen dan pengetahuan tradisional perlu dilestarikan, namun lebih dari itu, perlu juga dihidupkan dalam konteks kekinian.
“Literasi itu hidup, berkembang, dan harus bisa beradaptasi. Tidak melulu dalam bentuk buku, tapi dalam interaksi, kolaborasi, dan ruang digital,” tambahnya.
Lokakarya ini juga bertujuan mengajak peserta, khususnya anak muda, agar menjadikan media sosial dan ruang digital sebagai panggung untuk menyuarakan budaya, menyebarkan gagasan, serta menjadi bagian dari gerakan literasi yang berdampak luas.
Tiga narasumber turut hadir mengisi kegiatan ini, yakni Kadis Kominfosanti Buleleng Ketut Suwarmawan, serta dua praktisi digital dan budaya, I Gede Made Metera dan I Made Bagus Andi Purnomo.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap muncul generasi yang tidak hanya digital native, tetapi juga penjaga dan pengembang warisan budaya lokal melalui dunia digital.(adv/gb)





