GATRABALI,COM, DENPASAR – Upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak terus digencarkan Pemerintah Kota Denpasar.
Salah satunya melalui dukungan terhadap pelaksanaan REI Bali Expo 2025 yang resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa di Level 21 Mall Denpasar, Sabtu (12/7/2025) sore.
Mengangkat tema “Inovasi Properti untuk Bali Berkelanjutan,” pameran ini menjadi wadah kolaboratif antara pengembang dan masyarakat. Acara yang akan berlangsung hingga 20 Juli 2025 ini diinisiasi oleh DPD Real Estate Indonesia (REI) Bali dan diikuti oleh berbagai pengembang properti ternama di Pulau Dewata.
Dalam sambutannya, Arya Wibawa menekankan bahwa pengembangan sektor properti harus selaras dengan visi pembangunan yang berwawasan lingkungan dan sosial. Ia juga mengapresiasi peran REI dalam mendukung target nasional penyediaan hunian sebagaimana diamanatkan dalam RPJMN 2025–2029 dan program strategis 3 juta rumah.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan REI Bali Expo. Ini bukan hanya ajang promosi properti, tapi juga bentuk sinergi membangun ekosistem perumahan yang inklusif dan menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian yang terjangkau dan berkelanjutan,” ujar Wawali.
Ia juga mengajak para pengembang untuk ikut terlibat dalam program sosial seperti CSR demi pemerataan pembangunan dan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama bagi masyarakat kurang mampu.
Sementara itu, Ketua DPD REI Bali, Anak Agung Made Darma Setiawan, didampingi Ketua Panitia, Wayan Sukarsana, mengatakan bahwa REI Bali Expo merupakan wujud komitmen industri properti dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami hadirkan 665 unit rumah subsidi dan 1.810 unit hunian komersial dan mewah dari 17 pengembang anggota REI Bali. Selain pameran produk, expo ini juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat terhadap perkembangan teknologi dan layanan properti,” ujarnya.
REI juga memberikan promo menarik selama expo berlangsung, dengan harapan semakin banyak masyarakat yang terfasilitasi dalam memiliki tempat tinggal yang layak dan nyaman.
“Kami percaya bahwa kolaborasi lintas sektor seperti ini adalah kunci terciptanya pasar properti yang sehat, adaptif, dan bermanfaat luas bagi masyarakat Bali,” tutup Agung Darma.(gb)





