GATRABALI.COM, BADUNG – Puncak Karya Mapedudusan, Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, Wraspati Kalpa Madya, dan Meyama Raja di Pura Anyar, Desa Adat Umahanyar, Desa Mambal, Abiansemal, berlangsung khidmat pada Saniscara Pon Wuku Ugu, Sabtu, 9 Agustus 2025.
Upacara suci ini dipuput oleh Ida Pedanda Griya Tunjuk Marga dan Ida Pedanda Griya Budha Kaliungu.
Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta, hadir langsung di tengah-tengah krama dan menyerahkan punia sebesar Rp15 juta sebagai bentuk komitmen melestarikan budaya, adat, dan agama. Punia tersebut diterima oleh Bendesa Adat Umahanyar, Ketut Nuridja.
Hadir pula Perbekel Desa Mambal, kelian dinas se-Desa Mambal, prajuru adat, dan krama agung Desa Adat Umahanyar yang turut menyemarakkan suasana piodalan.
Dalam sambutannya, Ny. Yunita Alit Sucipta menegaskan bahwa Pemkab Badung konsisten menuntaskan pembangunan di seluruh wilayah, termasuk prioritas pembangunan di Desa Adat Umahanyar, dalam lima tahun mendatang melalui kerja sama dengan bendesa adat, perbekel, dan pemerintah daerah.
“Semoga seluruh pembangunan di tingkat banjar, pura, dan karya Dewa Yadnya yang belum tuntas bisa segera diselesaikan,” ujarnya.
Ia juga menilai karya ini sebagai wujud bhakti umat se-Dharma kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
“Astungkara, krama agung Desa Adat Umahanyar senantiasa hidup rukun, murah rejeki, panjang umur, dan selalu dalam lindungan-Nya,” harapnya.
Sementara itu, Bendesa Adat Umahanyar, Ketut Nuridja, melaporkan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 10 Juli 2025 dan akan berakhir pada mesineb Anggara Umanis Wuku Wayang, 12 Agustus 2025. Pelaksanaan karya ini didukung dana APBDes Mambal tahun 2025 senilai lebih dari Rp900 juta.
“Terima kasih kepada Pemkab Badung dan Pemerintah Desa Mambal atas bantuan dan dukungannya,” ujarnya.(gb)





