GATRABALI.COM, BADUNG – Suasana khusyuk dan penuh taksu menyelimuti pelaksanaan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa, Mapedudusan Alit, Melaspas, dan Mupuk Pedagingan di Pura Pesimpangan Batur, Banjar Tengah, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Rabu, 18 Juni 2025.
Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta hadir secara langsung untuk mengikuti persembahyangan sekaligus menyerahkan bantuan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian adat dan budaya Bali.
Kehadiran Wabup disambut hangat oleh para tokoh desa dan masyarakat pengempon pura. Hadir pula Penglingsir Puri Punggul, Perbekel Desa Punggul I Kadek Sukarma, Bendesa Adat Punggul I Gusti Ngurah Wedastra, Kelian Pura I Gusti Ngurah Anom, serta masyarakat yang dengan tulus ngayah untuk menyukseskan karya suci ini.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 20 juta untuk mendukung jalannya upacara. Bantuan tambahan juga diberikan masing-masing sebesar Rp 2,5 juta untuk Sekaa Angklung PKK dan penari Rejang, serta Rp 18 juta dari Pemerintah Desa Punggul.
“Saya merasa angayu bagia bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Banjar Tengah yang begitu semangat dan tulus dalam melaksanakan karya. Ini adalah contoh nyata bagaimana nilai gotong royong dan jaton bhakti masih sangat kuat di tengah masyarakat kita,” ujar Wabup dalam sembrama wacana-nya.
Ia juga mengapresiasi pemerintah desa yang aktif mendukung pelaksanaan karya melalui program bantuan dana aci kepada masyarakat. Menurutnya, keberadaan pemerintah di tengah masyarakat harus menjadi penyemangat dan penguat, terutama dalam hal pelestarian adat, budaya, dan spiritualitas Bali.
“Saya yakin Ida Bhatara di Pura Pesimpangan Batur akan memberikan restu dan anugerah kesehatan untuk seluruh masyarakat yang ngayah dengan hati tulus,” imbuhnya.
Manggala Karya, I Gusti Made Puja, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan bantuan Wabup Badung. Ia menjelaskan bahwa upacara puncak telah berlangsung pada 17 Juni 2025, dan dilanjutkan dengan penganyaran pada 18 Juni serta upacara Nyegara Gunung dan Nyenuk pada 19 Juni.
“Berkat dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, upacara besar ini bisa terlaksana dengan baik. Kami sangat bersyukur dan berharap upacara ini membawa kerahayuan bagi seluruh umat,” tutupnya.(gus/gb)





