spot_img
BerandaBaliHadir dalam Upacara Melaspas, Wali Kota Jaya Negara Ajak Warga Denpasar Perkuat...

Hadir dalam Upacara Melaspas, Wali Kota Jaya Negara Ajak Warga Denpasar Perkuat Sradha Bhakti

GATRABALI.COM, DENPASAR – Suasana sakral menyelimuti Merajan Banjar Sebudi, Desa Adat Tanjung Bungkak, Sabtu, 25 Oktober 2025, saat Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri upacara melaspas dan mendem pedagingan.

Kegiatan ini digelar sebagai ungkapan syukur setelah rampungnya renovasi Gedong Ratu Begawan Penyarikan yang menjadi pusat pemujaan krama Banjar Sebudi.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara turut melaksanakan mendem pedagingan di Pelinggih Tajuk Ratu Begawan Penyarikan. Kehadirannya sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan spiritualitas umat Hindu di tengah masyarakat urban Denpasar.

Turut hadir Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, serta sejumlah pimpinan OPD Pemerintah Kota Denpasar.

Baca Juga  Pengukuhan Kepengurusan Taekwondo Bali 2024-2028, Menuju Prestasi Emas dengan Disiplin Utama

Rangkaian upacara berjalan khidmat, diawali pecatu Resi Gana, dilanjutkan Tari Rejang dan Topeng Wali, serta ditutup dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Pedanda dari Griya Jempeng Bindu. Iringan gambelan dan kidung suci menambah suasana religius yang menyentuh batin para pemedek.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jaya Negara menegaskan bahwa pelaksanaan upacara keagamaan seperti melaspas dan mendem pedagingan bukan sekadar tradisi, melainkan cerminan kesadaran spiritual masyarakat Bali.

Baca Juga  Dukung Pelestarian Adat, Bupati Badung Serahkan Bantuan Rp 4,2 Miliar untuk Pura Dalem Puri, Desa Carangsari

“Upacara ini mengingatkan kita untuk selalu eling dan berbakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Melalui yadnya seperti ini, kita memperkuat keseimbangan antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sesuai ajaran Tri Hita Karana,” ujarnya.

Menurut Jaya Negara, selain memiliki makna religius, upacara seperti ini juga mempererat rasa gotong royong, persaudaraan, dan menjaga warisan budaya Bali agar tetap hidup di tengah kemajuan zaman.

“Melestarikan tradisi berarti menjaga jati diri dan keharmonisan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kelian Adat Banjar Sebudi, I Ketut Mandra, mengungkapkan rasa syukur atas partisipasi seluruh warga yang berjumlah 130 kepala keluarga dalam upacara ini.

Baca Juga  Wagub Giri Prasta Ikuti Upacara Mendem Pedagingan di Pura Rambut Siwi Getasan

“Upacara ini kami laksanakan bertepatan dengan piodalan Saniscara Kliwon Wariga sebagai bentuk bhakti kepada leluhur dan ungkapan syukur atas selesainya renovasi Gedong Ratu Begawan Penyarikan,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan ini semakin memperkuat semangat kebersamaan warga Banjar Sebudi untuk terus menjaga nilai-nilai budaya, spiritual, dan persaudaraan di tengah kehidupan modern.

Dengan terlaksananya upacara ini, Merajan Banjar Sebudi kembali disucikan sebagai pusat spiritual yang memancarkan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan sejalan dengan semangat Denpasar sebagai Kota Berbudaya Berlandaskan Tri Hita Karana.(ri/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments