spot_img
spot_img
BerandaBaliTumpek Wariga Jadi Cermin Bali Harmonis, Gubernur Koster Tanam Cendana di Pura...

Tumpek Wariga Jadi Cermin Bali Harmonis, Gubernur Koster Tanam Cendana di Pura Pengubengan

GATRABALI.COM, KARANGASEM – Alam bukan sekadar tempat hidup, tetapi juga saudara tua yang harus dihormati.

Pesan inilah yang ditegaskan Gubernur Bali Wayan Koster saat memimpin perayaan Tumpek Wariga di Pura Pengubengan, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu, 25 Oktober 2025.

Upacara yang disertai ritual Wana Kerthi itu menjadi momentum suci untuk memuliakan tumbuh-tumbuhan sebagai sumber kehidupan dan bagian tak terpisahkan dari filosofi Sad Kerthi, ajaran tentang enam bentuk penyucian kehidupan yang menjadi dasar harmoni Bali.

Dalam suasana teduh dan khusyuk, Koster bersama masyarakat melakukan persembahyangan bersama sebagai ungkapan syukur kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa dan para leluhur atas karunia alam yang menopang kehidupan manusia.

Baca Juga  Program Gubernur Bali "In line" dengan Presiden Prabowo, Koster: Sejalan Asta Cita, Harmoni antara Budaya dan Alam

“Tumbuhan adalah saudara tua kita. Mereka hadir lebih dulu di dunia, memberi kehidupan tanpa pamrih—memberi udara, makanan, dan kesejukan,” tutur Gubernur Koster.

Ia menjelaskan, menurut ajaran Siwa Nata Raja, ketika Dewa Siwa menari untuk menciptakan kehidupan, yang pertama muncul adalah tumbuh-tumbuhan. Karenanya, dalam kepercayaan Bali, tumbuhan menjadi simbol kesuburan sekaligus kesejahteraan.

Gubernur Koster menegaskan, nilai-nilai luhur Tumpek Wariga dan Sad Kerthi kini tak hanya dijalankan sebagai tradisi, tetapi juga dijadikan kebijakan resmi pemerintah daerah.

Sejak tahun 2022, ia menetapkan pelaksanaan hari suci Tumpek melalui Surat Edaran Gubernur Bali agar seluruh elemen masyarakat, termasuk ASN dan lembaga pendidikan, ikut memperingatinya.

Baca Juga  Bali Kebut Pengembangan Koperasi Merah Putih, Koster: Akhir Juli Ditargetkan Capai 120 Koperasi

“Leluhur kita sudah ribuan tahun lalu mengajarkan etika ekologis dan spiritualitas lingkungan. Bahkan konsep ini jauh lebih maju dari teori lingkungan modern,” kata Koster.

Ia menambahkan, semangat Tumpek Wariga juga menjadi peringatan bagi manusia modern untuk tidak menjauh dari alam.

“Jika manusia merusak alam, maka alam akan marah dan memberi peringatan lewat bencana. Karena itu, kita harus hidup selaras, bukan mendominasi,” pesannya.

Usai persembahyangan, Gubernur Koster menanam pohon Cendana secara simbolis di halaman Pura Pengubengan sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian alam.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Karangasem, Wakil Bupati I Wayan Pandu Prapanca Lagosa, Danrem 163/Wirasatya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, serta jajaran pemerintah provinsi.

Baca Juga  Sosialisasi Pengadaan Barang dan Jasa, Pemkot Denpasar Mantapkan Kesiapan Desa dan BLUD

Sebagai tindak lanjut, pada Minggu, 26 Oktober 2025 pukul 08.00 WITA, seluruh pemerintah kabupaten/kota di Bali bersama masyarakat akan menggelar aksi tanam pohon dan bersih-bersih sungai secara serentak. Pemerintah Provinsi Bali akan melaksanakan kegiatan tersebut di Tukad Badung, Desa Bongkasa Pertiwi, Abiansemal, Badung.

Kegiatan itu diharapkan menjadi simbol gotong royong spiritual masyarakat Bali dalam menjaga keseimbangan alam, sesuai pesan luhur Tri Hita Karana yaitu harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.

“Dengan gotong royong dan kesadaran spiritual, kita wujudkan Bali yang ajeg, sejahtera, dan lestari,” tutup Koster.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments