GATRABALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri pelaksanaan rangkaian upacara suci di Pura Dalem Puri, Banjar Telugtug, Desa Adat Carangsari, Kecamatan Petang, pada Senin (5/5/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut melaksanakan prosesi Mendem Pedagingan di Pelinggih Paruman Pelik.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota DPRD Badung I Nyoman Artawa, Penglingsir dan Angga Puri Carangsari, perwakilan Dinas Kebudayaan Badung IB Munika, Plt. Camat Petang AA Ngr Dharma Putra, Perbekel I Made Sudana, Bendesa Adat Carangsari, serta tokoh adat dan masyarakat setempat.
Pelaksanaan upacara ini menyusul rampungnya pembangunan sejumlah fasilitas di kawasan Pura Dalem Puri. Proyek ini didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui bantuan dana sebesar Rp 4,2 miliar, ditambah bantuan dana upacara dari Pemerintah Desa Carangsari sebesar Rp 150 juta.
Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa syukur karena bisa hadir dan menjadi saksi dalam pelaksanaan upacara Piodalan, Melaspas, Tawur Manca Kelud, serta Mupuk dan Mendem Pedagingan di Pura Dalem Puri. Ia berharap upacara ini dapat berlangsung lancar dan penuh makna, serta membawa berkah bagi seluruh masyarakat.
“Ini merupakan ungkapan bakti dan rasa terima kasih kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Pemerintah hadir tidak hanya sebagai bentuk tanggung jawab, namun juga sebagai wujud dukungan untuk meringankan beban masyarakat. Semoga keberadaan pemerintah dapat terus memberikan manfaat bagi warga dan membantu kelancaran program-program pembangunan di Badung,” ucapnya.
Sementara itu, Kelian Pura Kahyangan Dalem Puri Carangsari, Ida Bagus Putra Ekayana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung beserta para undangan. Ia menjelaskan bahwa upacara ini digelar setelah tuntasnya proses pembangunan dan renovasi di kawasan pura, yang dilakukan berkat bantuan dana dari Pemkab Badung yang diajukan melalui proposal.
“Bantuan yang kami terima antara lain untuk renovasi Paruman Pelik tempat Bapak Bupati melakukan Mendem Pedagingan, pelinggih Ida Bhatara Siwa Budha, pelinggih Ida Bhatara Ratu Nyoman Sakti, panggung upakara, perluasan karang pura sekitar 4 meter, balai pesandekan pemangku, tempat pesantian, balai gong, serta pelinggih Ida Bhatara Catus Pata. Namun masih ada satu pelinggih, yaitu Gedong, yang belum tersentuh renovasi. Kami sangat berharap adanya dukungan lanjutan dari Bapak Bupati untuk menyelesaikan pembangunan ini,” ungkapnya.(gb)





