spot_img
spot_img
BerandaBaliWalikota Denpasar Terima Harmonious City Award Berkat Perlindungan Petani

Walikota Denpasar Terima Harmonious City Award Berkat Perlindungan Petani

GATRABALI.COM, DENPASAR – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, memperkenalkan Program Perlindungan Petani (Farmers Protection Program) Kota Denpasar dalam CityNet Executive Committee Meeting ke-45 Asia Pacific, yang digelar di Bali Beach Convention Center, Sanur, Senin (27/10/2025).

Forum ini diikuti para pemimpin kota se-Asia Pasifik untuk bertukar praktik terbaik dalam membangun kota berkelanjutan.

Hadir bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa dan jajaran pimpinan OPD Pemkot Denpasar, Jaya Negara menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menjaga ketahanan pangan perkotaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Baca Juga  Pujawali ke-XIX di Gunung Salak, Wawali Arya Wibawa Ajak Implementasikan Tri Hita Karana

“Petani adalah penjaga kehidupan. Program ini memastikan mereka mendapat perlindungan sosial dan dukungan ekonomi berkelanjutan, agar ketahanan pangan tetap terjaga di tengah pesatnya pembangunan kota,” ujarnya di hadapan delegasi internasional.

Program ini mengedepankan filosofi Tri Hita Karana dan semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menyeimbangkan modernisasi dengan pelestarian budaya. Implementasinya dilakukan melalui tiga tahap strategis:

  1. Intervensi Hulu: Pembebasan PBB-P2 untuk lahan produktif, sawah ekowisata, dan sawah murni (Perda Nomor 5 Tahun 2023), didukung bantuan dari Pemprov Bali untuk pemeliharaan balai subak dan kegiatan keagamaan.
  2. Intervensi Tengah: Penyaluran Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), fasilitasi petani menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, dan pemberian insentif bulanan kepada pekaseh dan pangliman subak.
  3. Intervensi Hilir: Pembelian beras petani lokal oleh ASN Pemkot Denpasar untuk memperkuat ekonomi lokal dan menjaga stabilitas harga.
Baca Juga  Denpasar Tuan Rumah CityNet 2025, Walikota Jaya Negara Tawarkan Pengalaman Budaya Unik

Pemkot Denpasar juga menetapkan Kawasan Subak Lestari “Made Ayu Intan” sebagai Subak Abadi, mencakup Subak Anggabaya, Umalayu, Umadesa, Intaran Barat, dan Intaran Timur, sebagai langkah nyata pelestarian sistem pertanian tradisional Bali yang diakui UNESCO.

“Program ini dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai pemerintah, akademisi, swasta, hingga organisasi internasional, agar keberlanjutan program bisa terjamin dari perencanaan hingga pengawasan lapangan,” tambah Jaya Negara.

Baca Juga  Apel Perdana Ribuan P3K di Singaraja, Sekda Buleleng Tekankan Disiplin dan Loyalitas

Prestasi Pemkot Denpasar tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2024 yang mencapai 85,11, tertinggi di Bali.

Sebagai bentuk apresiasi internasional, Walikota Jaya Negara menerima “Harmonious City Award 2025” dari CityNet bekerja sama dengan ESCAP dan Pemerintah Metropolitan Seoul, yang diserahkan oleh Sekretaris Jenderal CityNet, Vijay Jagannathan. Penghargaan ini mengakui keberhasilan Denpasar dalam menerapkan SDGs berbasis budaya dan kesejahteraan sosial melalui Perlindungan Petani.(ri/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments