GATRABALI.COM, DENPASAR — Suasana Lapangan Niti Mandala Renon tampak berbeda ketika ribuan warga, pelajar, hingga komunitas lari memadati kawasan kantor Gubernur Bali.
Mereka mengikuti 157 RUN sekaligus berbelanja kebutuhan hari raya dalam Pekenan Galungan–Kuningan yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali dan FKLJK Bali.
Sejak pagi, peserta lari membentuk formasi angka 157, simbol layanan pengaduan dan informasi OJK. Formasi tersebut menjadi pembuka sebelum dilepas oleh Gubernur Bali Wayan Koster, didampingi berbagai pimpinan lembaga terkait.
Pekenan Galungan–Kuningan kembali menjadi magnet bagi warga. Lebih dari 50 UMKM hadir membawa produk mulai dari canang, banten, pangan murah, hingga kebutuhan upacara.
Salah satu yang paling ramai adalah stan canang Rp157 yang dapat dibeli dengan QRIS — inovasi yang dirancang OJK untuk mengedukasi transaksi digital secara langsung.
Gubernur Wayan Koster mengapresiasi kegiatan yang dinilai sangat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan hari raya dengan harga terjangkau. Ia menyebut kegiatan semacam ini efektif menjaga kestabilan harga menjelang perayaan keagamaan.
Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pasar murah dan olahraga, melainkan juga bagian dari edukasi keuangan kepada masyarakat.
“157 dibaca satu layanan untuk Indonesia maju. Kami ingin masyarakat mengingat bahwa layanan pengaduan OJK kini tersedia 24 jam,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pekenan dan fun run menjadi perpaduan antara budaya Bali, literasi keuangan, dan penguatan ekonomi lokal.
Acara juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan bagi sekolah yang berprestasi dalam Rabu Menabung serta lomba konten kreatif tingkat SMP dan SMA/SMK. Penghargaan ini menjadi bukti tumbuhnya budaya menabung dan literasi keuangan di kalangan pelajar Denpasar.
Melalui rangkaian kegiatan ini, OJK menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan UMKM, penguatan literasi keuangan, serta pelestarian tradisi Bali.
Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperluas pemahaman tentang layanan keuangan yang aman dan terpercaya.(ism/gb)





