GATRABALI.COM, BADUNG – Upaya penataan kawasan Pantai Bingin kembali mendapat perhatian serius dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.
Pada Kamis, 20 November 2025, Bupati turun langsung berdialog dengan tokoh masyarakat dan komunitas di The Cashew Tree, Jalan Pantai Bingin, Pecatu, Kuta Selatan.
Hadir pula Bendesa Desa Adat Pecatu sekaligus anggota DPRD Badung I Made Sumerta, anggota DPRD Badung I Made Tomy Martana Putra, Sekretaris Dinas PUPR Badung Nyoman Karyasa, Komunitas Bingin Boardriders, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Pertemuan tersebut menjadi ruang terbuka bagi pemerintah untuk mendengar langsung keluhan dan masukan terkait kondisi pasca pembongkaran bangunan di kawasan pantai.
Bupati menegaskan bahwa penyusunan masterplan penataan Pantai Bingin tidak boleh mengesampingkan kepentingan masyarakat lokal.
“Saya ingin melihat sendiri perkembangan di lapangan, bukan hanya menerima laporan. Saya ingin memastikan apa yang menjadi keluhan masyarakat dan menerima masukan untuk masterplan penataan. Sejak awal saya tegaskan, saya tidak akan memarginalkan masyarakat saya, dan karena itu saya turun langsung,” kata Bupati Adi Arnawa.
Salah satu poin penting yang disepakati adalah pembuatan akses sementara menuju pantai, yang dinilai sangat dibutuhkan baik oleh masyarakat maupun komunitas surfer yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut.
Ketua Bingin Boardriders, Mega Semadhi, menyampaikan apresiasi atas kepedulian pemerintah daerah, khususnya Bupati Adi Arnawa, yang secara langsung mendengar aspirasi komunitas.
“Kami berharap penataan Pantai Bingin bisa segera berjalan agar kembali menarik minat wisatawan. Untuk saat ini, akses menuju pantai sangat dibutuhkan dan Bapak Bupati telah memerintahkan Dinas PUPR untuk segera membuatkan akses sementara tersebut,” jelasnya.
Dialog ini diharapkan menjadi langkah awal yang memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan penataan Pantai Bingin yang lebih tertata, aman, dan berkelanjutan.(ri/gb)





