GATRABALI.COM, DENPASAR – InJourney menyatakan komitmennya memperkuat dukungan terhadap anak-anak penderita kanker melalui program Community Care yang bekerja sama dengan Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) yang digelar di The Meru Sanur pada Jumat, 5 Desember 2025.
Direktur InJourney, Herdy Harman, mengatakan program ini menjadi salah satu flagship perusahaan yang berfokus pada kepedulian sosial, termasuk mendampingi anak-anak yang sedang menjalani pengobatan.
Herdy menjelaskan, kolaborasi dilakukan bersama pengurus YKAI, bandara, hingga sektor hospitality.
“Ini bagian dari kepedulian perusahaan. Kita komit untuk terus menularkan kebaikan. Perusahaan jangan hanya mencari keuntungan, tapi juga harus memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan sosial perlu menjadi bagian dari spiritualitas perusahaan dan akan terus dilakukan secara reguler.
Program Community Care, menurutnya, telah dijalankan beberapa kali dan menyasar anak-anak yang kurang beruntung, termasuk mereka yang tengah menjalani perawatan kanker.
InJourney juga memiliki program lain seperti Hospitality Host, Sustainability Tourism, hingga InJourney Green yang seluruhnya melibatkan aspek pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Yayasan Kanker Anak Indonesia, Sallyana Sorongan, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 94 pasien anak yang menjalani rujukan perawatan kanker di Bali, termasuk yang berasal dari NTB, NTT, hingga sebagian Indonesia Timur.
“Kami berusaha memberikan bantuan maksimal, namun tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi seperti ini diharapkan membantu lebih banyak anak,” jelasnya.
YKAI bekerja sama dengan dokter dan tenaga medis di RSUP Ngoerah Bali untuk memastikan bantuan sesuai prosedur, mulai dari obat-obatan, susu, hingga kebutuhan perawatan lainnya. Dukungan juga diharapkan memberi semangat bagi orang tua selama masa perawatan.
Sallyana menambahkan, upaya pencegahan kanker pada anak turut dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi kepada para dokter anak di Indonesia Timur, termasuk seminar daring mengenai tanda-tanda kanker pada anak.
Saat ini jumlah dokter hemato-onkologi di Indonesia masih terbatas, tidak lebih dari 70 orang di seluruh Indonesia.
Jumlah kasus kanker anak di Bali mencapai 94 pasien, sedangkan secara nasional estimasinya dapat mencapai 11.000 kasus setiap tahun. Jenis kanker yang paling sering dialami anak antara lain leukemia, kanker tulang, kanker mata, dan kanker otak.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mengembalikan “senyum sehat anak Indonesia”, serta membuka harapan agar mereka dapat kembali bersekolah, pulih, dan meraih cita-cita sebagai generasi penerus bangsa.(ri/gb)





