spot_img
spot_img
BerandaBaliEksperimen Bunyi dari Tanaman, Bottlesmoker Padukan Musik Elektronik dan Alam

Eksperimen Bunyi dari Tanaman, Bottlesmoker Padukan Musik Elektronik dan Alam

GATRABALI.COM, TABANAN – Eksplorasi musik elektronik dengan pendekatan tak biasa terus dilakukan oleh Bottlesmoker.

Salah satu personelnya, Anggung Suherman, mengungkapkan bahwa perjalanan musikal mereka mulai berubah sejak masa pandemi.

Jika sebelumnya Bottlesmoker dikenal sebagai DJ dengan format konvensional, pandemi justru menjadi titik balik untuk kembali menyatu dengan alam.

“Sejak pandemi kami mengalami semacam journey kembali ke alam, dari DJ yang normal akhirnya memilih tanaman, buah-buahan, dan sayuran untuk menjadi bagian dari performance,” ujar Anggung.

Ia menjelaskan, Bottlesmoker kini menjadikan tanaman sebagai medium utama dalam pertunjukan, bukan sekadar elemen visual.

Baca Juga  OJK Bali Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah dalam Gebyar Ramadan Keuangan

Kehadiran buah-buahan dan sayuran di atas panggung dimaksudkan untuk menyampaikan pesan bahwa tanaman memiliki peran penting bagi kehidupan dan bumi, serta tidak hanya diposisikan sebagai dekorasi semata.

Dalam prosesnya, Bottlesmoker belum menetapkan kriteria khusus terkait jenis tanaman yang mampu menghasilkan karakter musik tertentu. Setiap tanaman dinilai memiliki respons yang berbeda sehingga belum dapat diklasifikasikan ke dalam tipe musik tertentu.

Anggung Suherman salah satu personel Bottlesmoker saat diwawancara usai tampil.
Anggung Suherman salah satu personel Bottlesmoker saat diwawancara usai tampil. Sumber foto : ri/gb

Teknologi yang digunakan pun sejatinya bukan hal baru, karena telah dikenal sejak era 1970-an dan lazim dipakai dalam dunia medis untuk membaca data biologis seperti detak jantung atau kadar oksigen, yang kemudian diolah menjadi bunyi.

Baca Juga  Astra Motor Bali Bekali Siswa SMAN 2 Kuta Antisipasi Risiko Kecelakaan di Depan Sekolah

Anggung menambahkan, penggunaan elemen alam sebagai medium musik juga berkembang di tingkat global. Ia menyebut Bottlesmoker pernah bertemu dengan musisi mancanegara yang menggunakan jamur, air, hingga unsur alam lainnya sebagai bagian dari pertunjukan, sebagai upaya membangun kesadaran publik terhadap hubungan manusia dan alam.

Pada tahap awal, seluruh perangkat pertunjukan dirakit secara mandiri. Seiring berjalannya waktu, konsep tersebut menarik perhatian sejumlah perusahaan alat musik yang kemudian menjalin kolaborasi.

Baca Juga  Pelepasan Calon Paskibraka Jembrana, Bupati Kembang Ingatkan Pentingnya Kerja Keras dan Rendah Hati

Tantangan utama justru datang dari karakter tanaman yang hidup dan sulit diprediksi, di mana kondisi saat sound check dapat berbeda dengan saat pertunjukan berlangsung.

“Justru itu yang menarik, karena ada interaksi langsung dengan alam,” kata Anggung.

Meski demikian, tidak semua buah dapat digunakan sebagai instrumen. Buah dengan kandungan air tinggi seperti tomat dinilai kurang stabil karena mudah rusak.

Melalui eksplorasi ini, Bottlesmoker berharap musik dapat menjadi medium hiburan sekaligus refleksi tentang keberlanjutan dan kesadaran lingkungan.(ri/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments