GATRABALI.COM, DENPASAR – Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan menggaungkan Gerakan Ayo Kuliah sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi di Provinsi Bali, sekaligus strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saat ini di tengah era ketidakpastian dan perubahan yang begitu cepat atau yang dikenal dengan era VUCA, maka dibutuhkan orang-orang yang berwawasan luas dan wawasan itu bisa diperoleh dengan menempuh pendidikan tinggi,” kata Dadang dalam acara Coffee Morning bersama Media yang digelar di Kampus ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar, pada Rabu, 7 Januari 2026.
Acara ini juga dirangkaikan dengan Pelepasan Mahasiswa Peserta Program Kuliah Magang ke Jepang untuk tiga mahasiswa yakni Ni Kadek Anita Setyari, Tarsisius Danrianus Tupen Lanan, dan Ni Made Ratih Purwasih
Menurut Dadang, APK Pendidikan Tinggi di Indonesia tercatat baru 35 persen. Padahal, semakin tinggi APK Dikti, maka masyarakat akan semakin sejahtera.
Namun, diakui banyak lulusan SMA/SMK terkendala untuk melanjutkan pendidikan tinggi karena dihadapkan pada kesulitan kondisi keuangan. “Kami berharap APK Dikti di Bali bisa mencapai angka 60 persen,” ucapnya didampingi para wakil rektor setempat.
Terkait kendala keuangan, untuk menempuh pendidikan tinggi di ITB STIKOM Bali sudah ada berbagai solusi, mulai dari KIP Kuliah, program 1 Keluarga 1 Sarjana, Beasiswa Yayasan dan Kuliah Sambil Magang atau Kerja ke Luar Negeri.
Dadang mengatakan program Kuliah Sambil Magang tersebut juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Indonesia yang saat ini sedang gencar-gencarnya mendorong program kuliah sambil magang.
“Pemerintah saat ini baru mendata perguruan tinggi yang melaksanakan program kuliah sambil magang, sedangkan ITB STIKOM Bali sudah terlebih dahulu melaksanakan program itu,” ucapnya.
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari program kuliah sambil magang di luar negeri yakni bisa kuliah sekaligus mendapatkan pengalaman kerja internasional, menguasai bahasa asing dan tentunya mendapatkan penghasilan.
“Kami berharap teman-teman media bisa terus berkolaborasi dengan ITB STIKOM Bali untuk menginformasikan program-program kami yang tentunya penting untuk diketahui masyarakat,” kata Dadang.
Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti yang menaungi ITB STIKOM Bali Drs. I.B. Dharmadiaksa, M.Si., Ak dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para awak media karena telah sukses menginformasikan ITB STIKOM Bali kepada masyarakat sehingga semakin dikenal luas dan dicintai masyarakat.
“Teman-teman media jangan segan bertanya jika ingin mendapatkan informasi seputar ITB STIKOM Bali,” ucapnya.
Dharmadiaksa juga menitipkan pesan kepada para awak media agar tetap setia dengan profesi sebagai wartawan karena merupakan profesi yang sangat mulia untuk menyampaikan informasi dan menyuarakan aspirasi masyarakat.(ism/gb)





