spot_img
spot_img
BerandaAgamaMenggali Filosofi Tumpek Uye: Kasih, Kesadaran, dan Pelayanan Tanpa Pamrih sebagai Pedoman...

Menggali Filosofi Tumpek Uye: Kasih, Kesadaran, dan Pelayanan Tanpa Pamrih sebagai Pedoman Kehidupan Harmonis

GATRABALI.COM, BULELENGTumpek Uye atau Tumpek Kandang bukan sekadar hari suci untuk memberi persembahan kepada binatang, melainkan sarana pendidikan spiritual yang mendalam dalam tradisi Hindu Bali dan Nusantara.

Dirayakan setiap 210 hari sekali, perayaan ini mengajarkan manusia tentang kesadaran hidup, tanggung jawab moral, dan keharmonisan dengan semesta.

Luh Irma Susanthi, S.Sos., M.Pd, Penyuluh Agama Hindu di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, menjelaskan bahwa menurut Lontar Sundarigama, Tumpek Uye adalah hari suci bagi seluruh makhluk hidup dari hewan berkaki empat, ikan, burung, hingga makhluk lainnya yang harus diperlakukan sesuai dharma.

Baca Juga  Bupati Badung Lantik Sekda dan Pejabat Baru, Dorong Kinerja Optimal untuk Pembangunan Daerah

“Manusia bukan penguasa alam, tetapi penjaga kehidupan. Ajaran ini selaras dengan Bhagavad Gita yang menekankan pandangan bijaksana terhadap semua makhluk,” kata Irma, Kamis, 5 Februari 2026.

Ia menekankan bahwa upacara Tumpek Uye lebih dari ritual, melainkan media pendidikan nilai kasih dan tanggung jawab. Pemujaan terhadap Sang Hyang Rare Angon, simbol Tuhan sebagai penggembala dan pelindung makhluk hidup, menegaskan pentingnya hubungan manusia dengan alam.

Baca Juga  Pemerintah Kabupaten Tabanan Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan Tahun 2025

“Pelayanan tanpa pamrih seperti merawat, memberi makan, dan menjaga kesehatan binatang adalah bentuk konkret dari Tumpek Uye. Semakin tinggi kesadaran manusia, semakin besar tanggung jawabnya untuk melindungi kehidupan,” paparnya.

Irma menambahkan, kasih yang lahir dari kesadaran menuntun manusia untuk hidup bijak, empatik, dan tidak eksploitatif baik dalam kehidupan nyata maupun di ruang digital.

Baca Juga  Wabup Badung Sambut Atlet IPSI Bali, Sebut Pencak Silat Cerminkan Nilai Disiplin dan Nasionalisme

“Mengasihi hewan bukan sekadar simbol ritual, tetapi tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan alam. Tumpek Uye mengingatkan kita bahwa kasih sejati terasa melalui kesadaran dan tanggung jawab,” tutupnya.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments