GATRABALI.COM, BULELENG — Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat upaya pencegahan korupsi dengan melibatkan dunia usaha melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Dunia Usaha Antikorupsi yang digelar di New Sunari Hotel, Rabu, 4 Februari 2026.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha memiliki peran penting dalam menciptakan tata kelola bisnis yang bersih dan berintegritas.
Menurutnya, pencegahan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta.
“Jadi, dunia usaha agar bisa memahami juga bahwa peran serta mereka sangat strategis dalam pencegahan korupsi ini,” ujar Sutjidra.
Ia menjelaskan, pemahaman bersama mengenai integritas dan kepatuhan terhadap aturan akan menjadi langkah antisipatif sekaligus mekanisme monitoring dalam mencegah terjadinya pelanggaran. Dengan demikian, dunia usaha di Buleleng dapat berkembang secara sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.
Selain menyasar pelaku usaha, Pemkab Buleleng juga melaksanakan program serupa bagi pejabat eselon II dan III bekerja sama dengan KPK, Kementerian Dalam Negeri, LKPP, dan Kementerian PAN-RB.
Sutjidra menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan ragu memberikan sanksi tegas bagi siapa pun yang melanggar aturan.
“Kalau melaksanakan kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai dengan aturan, pasti akan mendapatkan sanksi. Sanksinya ya sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Pelaksana Harian Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Johnson Ridwan Ginting, mengapresiasi langkah Pemkab Buleleng yang dinilai menunjukkan komitmen kuat dalam membangun ekosistem ekonomi yang transparan dan akuntabel.
“Kita berharap pengenalan terhadap korupsi, dampaknya, dan aturan-aturan yang harus dipatuhi dapat membuat iklim ekonomi menjadi lebih sehat, transparan, dan fair,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari kalangan pelaku usaha. Ketua BPC Gapensi Buleleng, Ketut Budi Adnyana, menyebut bimtek tersebut menjadi ruang dialog bagi dunia usaha untuk menyampaikan berbagai kendala, terutama terkait proses perizinan dan administrasi.
“Kami dari dunia usaha sangat menyambut baik karena ada beberapa permasalahan yang perlu juga kita akan sampaikan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Buleleng berharap tercipta kolaborasi yang kuat antara pemerintah, KPK, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem bisnis yang bersih dan transparan, sehingga mampu mendorong investasi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(adv/gb)





