spot_img
spot_img
BerandaBaliRoadshow Kolaborasi Waspada Sedari Remaja, Kesbangpol Bali Perkuat Kewaspadaan Pelajar dari Radikalisme,...

Roadshow Kolaborasi Waspada Sedari Remaja, Kesbangpol Bali Perkuat Kewaspadaan Pelajar dari Radikalisme, Kriminalitas dan Narkoba

GATRABALI.COM, BULELENG – Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat kewaspadaan dini para pelajar dari ancaman paham radikalisme, intoleransi, kasus kekerasan, hingga bahaya penyalahgunaan narkoba melalui ajang Roadshow Kolaborasi Waspada Sedari Remaja, Badan Kesbangpol Bali-Goes to School.

Acara perdana Roadshow Kolaborasi Waspada Sedari Remaja ini dipusatkan di SMA Negeri Bali Mandara, Kabupaten Buleleng, dengan diikuti oleh 400 siswa perwakilan SMA dan SMK dari Kecamatan Sawan, Kubutambahan, dan Tejakula, yakni dari SMA Negeri Bali Mandara, SMK Negeri Bali Mandara, SMA Negeri 1 Tejakula, SMA Negeri 2 Tejakula, SMK Negeri 1 Tejakula, SMK Negeri 2 Tejakula, SMA Negeri 1 Sawan, SMK Negeri 1 Sawan, SMA Negeri 1 Kubutambahan, SMK Negeri 1 Kubutambahan, serta SMA Swasta Sidhi Karya.

Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Daerah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bali I Wayan Ria Arsika mewakili Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali Gede Suralaga, membuka secara resmi kegiatan roadshow tersebut. Usai dari SMA Negeri Bali Mandara, roadshow diagendakan terlaksana dari 11 Februari-30 April 2026 dengan menyasar para pelajar dari jenjang SD, SMP dan SMA/SMK se- Bali.

Baca Juga  ITB Stikom Bali Dukung Penuh Mantan Wakil Rektor Didiksa Menjadi Sulinggih

“Kegiatan ini dilaksanakan karena kami melihat tantangan generasi muda Bali cukup kompleks, mulai dari persolan intoleransi, kekerasan anak, bullying, angka bunuh diri yang meningkat serta peredaran narkoba,” kata Suralaga dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Arsika.

Menurut Suralaga, di tengah pesatnya arus informasi dan media digital, paparan paham radikal dan perilaku kriminal dapat menyasar siapa saja, termasuk pelajar.

“Oleh karena itu, dengan kegiatan sosialisasi ini, kami mendorong para pelajar dapat memiliki sikap kritis dan bijak dalam bermedia sosial. Selain itu, harus berani menolak dan melaporkan segala bentuk ajakan yang mengarah pada kekerasan dan pelanggaran hukum,” ujarnya.

Baca Juga  Modus Baru Narkoba di Bali! Sabu-Sabu Disembunyikan dalam Cor Semen
Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat kewaspadaan dini para pelajar dari ancaman paham radikalisme, intoleransi, kasus kekerasan, hingga bahaya penyalahgunaan narkoba melalui ajang Roadshow Kolaborasi Waspada Sedari Remaja, Badan Kesbangpol Bali-Goes to School.
Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat kewaspadaan dini para pelajar dari ancaman paham radikalisme, intoleransi, kasus kekerasan, hingga bahaya penyalahgunaan narkoba melalui ajang Roadshow Kolaborasi Waspada Sedari Remaja, Badan Kesbangpol Bali-Goes to School. Sumber foto: ism/gb

Ia menambahkan, Menuju Indonesia Emas membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, beretika, dan memiliki ketahanan moral. Pencegahan radikalisme, kriminalitas, hingga penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari kemampuan berpikir sehat, tidak mudah terprovokasi, serta berani menolak ajakan tersebut.

“Secara substansial, kegiatan ini sejalan dengan Visi Pembangunan Bali: Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan Haluan Pembangunan Bali 100 tahun, khususnya dalam upaya membangun manusia Bali yang berkarakter, beretika, dan berkepribadian luhur sebagai fondasi utama terciptanya Bali yang aman, damai, dan harmonis,” ucapnya.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari Program Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Daerah, hasil kolaborasi Kesbangpol Bali dengan Satgas Wilayah Bali Densus 88 Anti Teror Polri dan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Bali.

Baca Juga  Pj Gubernur Mahendra Jaya Sambut Baik Rencana Pembangunan Gasing Center di Bali

Narasumber dari Densus 88, Adi memaparkan pola penyebaran radikalisme dan kriminalitas yang kini banyak memanfaatkan media digital. Sementara Wakil Ketua KPAD Provinsi Bali Agung Wirawan menyoroti pentingnya perlindungan anak dari kekerasan, intoleransi, dan ekstremisme yang dapat merusak masa depan pelajar.

Dari sisi pencegahan narkoba, Koordinator BNN Provinsi Bali Putu Soni menjelaskan jenis-jenis narkotika, ciri-ciri penyalahgunaan, serta modus peredarannya. Para siswa juga diingatkan untuk segera melapor atau menghubungi BNN apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar. Kegiatan berlangsung interaktif dan disambut antusias para siswa, termasuk sesi tanya jawab dan pembagian door prize.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments