GATRABALI.COM, JEMBRANA — Pemerintah Kabupaten Jembrana menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Perum Bulog dan Pemerintah Provinsi Bali ini berlangsung di depan MI Mujahiddin, Loloan Barat, Minggu, 15 Februari 2026.
Program ini difokuskan untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditas pangan menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Nyepi yang waktunya berdekatan, sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih rendah dari pasaran, di antaranya beras Rp58.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp17.200 per kilogram, serta minyak goreng Rp15.500 per liter. Selain sembako, masyarakat juga dapat membeli aneka bumbu dapur, kue kering, serta produk pangan olahan dari pelaku UMKM lokal.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah secara berkelanjutan.
“Hari ini kita laksanakan Gerakan Pangan Murah untuk menyambut HBKN. Sebentar lagi warga Muslim akan menjalankan ibadah puasa dan Lebaran, yang waktunya hampir bersamaan dengan perayaan Hari Raya Nyepi. Fokus utama kita adalah menjaga agar tidak terjadi lonjakan inflasi yang signifikan di seluruh wilayah Jembrana,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus memantau pergerakan harga komoditas pangan, terutama komoditas volatile food seperti cabai, telur, dan daging ayam.
Kenaikan harga yang terjadi dinilai masih dalam batas wajar dan terus diantisipasi melalui berbagai langkah stabilisasi pasokan.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pagi hari, dengan warga memadati lokasi pasar murah untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kehadiran program ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengatur pengeluaran menjelang berbagai perayaan keagamaan.(ri/gb)





