GATRABALI.COM, BANGLI – Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Gerakan Serentak Bali Resik Sampah yang dilaksanakan pada Minggu, 1 Maret 2026.
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta bersama Wakil Bupati I Wayan Diar turun langsung memimpin aksi gotong royong yang difokuskan pada pembersihan sungai, saluran air, serta drainase di berbagai wilayah.
Kegiatan ini melibatkan ribuan masyarakat dari berbagai unsur, mulai dari jajaran OPD, TNI/Polri, perangkat desa dan kelurahan, pelajar, hingga kader PKK di tingkat banjar. Aksi tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan hulu Bali.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari implementasi visi Bangli BISA (Bersih, Indah, Sejuk, dan Asri) yang terus didorong secara berkelanjutan.
Berdasarkan data pelaksanaan, total 4.125 peserta terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari 2.435 orang dari OPD dan instansi vertikal, 1.110 perangkat desa dan kelurahan, 220 peserta dari BUMD dan BUMN, serta 360 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
“Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran kolektif sehingga menjaga kebersihan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari,” ujarnya.
Di wilayah Kota Bangli, pembersihan difokuskan pada sejumlah titik strategis, di antaranya kawasan Sungai Tukad Sagening di bawah Jembatan Seganing hingga Pura Petirtaan Toya Laka, Salter Dalem Purwa menuju Pura Masceti, kawasan barat Kantor MDA Bangli, drainase sekitar RSJ dan SDN 3 Kawan, sepanjang Jalan Serma Meranggi, Catus Pata Alun-alun Bangli, serta wilayah Bebalang dari Patung Adipura ke arah selatan.
Gerakan serupa juga dilaksanakan secara serentak di seluruh kecamatan dan desa, dipimpin langsung oleh camat, kepala desa, dan lurah sesuai kondisi lingkungan masing-masing.
Dalam arahannya, Bupati Sedana Arta menekankan pentingnya menjaga Bangli sebagai daerah hulu yang memiliki peran vital sebagai sumber air dan udara bersih bagi Bali. Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan akan berdampak langsung terhadap keberlanjutan pariwisata dan kualitas hidup masyarakat.
“Bangli memiliki tanggung jawab besar sebagai kawasan hulu Bali. Kita harus menjaga alam agar tetap lestari dan tidak tercemar sampah,” tegasnya.
Ia juga memastikan gerakan ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Pemerintah Kabupaten Bangli telah menjadwalkan aksi lanjutan pada 8 Maret mendatang dengan fokus pembersihan kawasan Danau Batur secara serentak.
Selain itu, masyarakat diminta aktif mengawasi praktik pembuangan sampah ilegal, khususnya yang berasal dari luar daerah. Pemerintah menegaskan tidak akan mentolerir Bangli dijadikan lokasi pembuangan sampah oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Gerakan Bali Resik Sampah turut melibatkan sektor pendidikan dengan kegiatan bersih sekolah dan drainase yang melibatkan siswa untuk membangun karakter peduli lingkungan sejak usia dini.
Sementara itu, kader PKK menggerakkan aksi bersih lingkungan rumah tangga yang ditandai dengan bunyi kulkul sebagai simbol dimulainya kegiatan di tingkat banjar.(ri/gb)





