GATRABALI.COM, DENPASAR – Memperingati Hari Kartini 2026, Perempuan Astra bersama Grup Astra Bali mengadakan kegiatan edukasi keselamatan berkendara bagi perempuan pengguna sepeda motor. Kegiatan yang diikuti 70 peserta ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran berkendara aman di kalangan perempuan.
Kegiatan ini menghadirkan pembekalan langsung dari tim Safety Riding Astra Motor Bali, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan teknis dan kesiapan mental dalam berkendara di jalan raya yang dinamis.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yosept Klaudius, menyoroti bahwa banyak pengendara kerap kehilangan fokus akibat berbagai faktor, termasuk beban pikiran dan kebiasaan melakukan aktivitas lain saat berkendara.
“Dalam banyak kondisi, fokus pengendara sering kali terganggu oleh mental load, seperti perhatian yang terbagi, melakukan aktivitas lain secara bersamaan, hingga kebiasaan tergesa-gesa. Kondisi ini menunjukkan bahwa ketenangan diri dan kesadaran penuh saat berkendara menjadi aspek krusial yang harus dimiliki setiap pengendara untuk menjaga keselamatan di jalan,” ujar Yosept pada Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, kesadaran penuh saat berkendara dapat dilatih melalui kebiasaan sederhana seperti mengatur napas, menjaga fokus, serta mengendalikan emosi agar tetap tenang dalam berbagai situasi.
“Pikiran yang tenang dan sadar menjadi perlindungan pertama saat berkendara di jalan. Saat pengendara mampu mengendalikan fokus dan emosi, maka keputusan yang diambil di jalan pun menjadi lebih tepat dan aman,” tambahnya.
Sementara itu, PIC Safety Riding & Community Promotion Astra Motor Bali, Ngurah Iswahyudi, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi dalam membangun budaya berkendara yang lebih aman, khususnya bagi perempuan yang kini semakin aktif dalam mobilitas sehari-hari.
“Perempuan kini semakin aktif dalam mobilitas sehari-hari. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan edukasi yang tidak hanya memperkuat keterampilan berkendara, tetapi juga mendorong pentingnya ketenangan dan pengendalian diri, agar setiap perjalanan dapat dijalani dengan aman serta percaya diri,” ujar Ngurah.
Ia menambahkan, semangat Kartini juga menjadi pengingat bahwa perempuan masa kini tidak hanya dituntut untuk berani melangkah maju, tetapi juga mampu mengelola diri dengan baik dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk di jalan raya.
“Semangat Kartini hari ini bukan hanya tentang keberanian untuk maju, tetapi juga tentang bagaimana perempuan mampu melangkah dengan tenang, sadar, dan penuh kendali sejalan dengan Sinergi bagi negeri. Karena keselamatan di jalan dimulai dari diri sendiri,” tutup Ngurah Iswahyudi.(ri/gb)





