spot_img
spot_img
BerandaBaliGubernur Koster Saksikan Dentingan Gong Kebyar, Gianyar-Badung Adu Kreativitas di Pesta Kesenian...

Gubernur Koster Saksikan Dentingan Gong Kebyar, Gianyar-Badung Adu Kreativitas di Pesta Kesenian Bali

GATRABALI.COM, DENPASAR – Malam pementasan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 berlangsung meriah di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (8/7/2026).

Ribuan masyarakat hadir menyaksikan penampilan dua duta kabupaten, yakni Komunitas Seni Sanggar Naya Art dari Br. Menguntur, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati sebagai Duta Kabupaten Gianyar dan Komunitas Seni Baturenggong dari Br. Delod Bale Agung, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi sebagai Duta Kabupaten Badung.

Gubernur Bali Wayan Koster turut menyaksikan langsung pertunjukan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap para seniman yang berpartisipasi dalam ajang budaya terbesar di Pulau Dewata.

Baca Juga  Gubernur Wayan Koster dan Kapolda Bali Lepas 1300 Pemudik Gratis Jelang Idul Fitri 2025

Dalam kesempatan itu, Duta Kabupaten Gianyar membuka penampilan dengan garapan Tabuh Lima Lelambatan berjudul “Guntur Madu”. Selanjutnya, Duta Kabupaten Badung menyuguhkan Tabuh Lima Lelambatan Kreasi bertajuk “Lawas”.

Tidak berhenti pada sajian tabuh, kedua kelompok seni juga menampilkan kekuatan garapan tari kreasi kekebyaran. Gianyar mempersembahkan karya “Gonggang”, sedangkan Badung menghadirkan karya “Masepuh” yang dikemas dengan karakteristik masing-masing daerah.

Puncak pertunjukan semakin menarik ketika kedua duta kabupaten membawakan pragmen tari dengan kisah yang mengandung pesan moral dan nilai kehidupan.

Sanggar Naya Art Gianyar menampilkan “Sri Tanjung”, sebuah kisah tentang keteguhan hati seorang perempuan yang harus menghadapi fitnah. Cerita tersebut menggambarkan perjalanan Sri Tanjung yang dituduh oleh Prabu Sulakrama hingga membuat Sidapaksa, sang suami, mengambil keputusan tragis. Setelah mengetahui kebenaran, Sidapaksa berusaha mempertanggungjawabkan kesalahannya terhadap istrinya.

Baca Juga  Pihak Ketiga Siap Danai, Gubernur Wayan Koster Bangun PKB Klungkung 2025

Sementara itu, Komunitas Seni Baturenggong Badung membawa cerita “Jero Luh” yang mengangkat perjalanan hidup Si Luh Punggul pada periode 1890 masehi.

Sosok Si Luh Punggul digambarkan sebagai perempuan sepuh yang mengabdikan hidupnya menjadi abdi setia Anak Agung Gede Agung di Puri Gede Abiansemal. Berkat kawisesan atau kekuatan spiritual yang dimiliki serta ikatan batin dengan permaisuri Agung Gede Agung, ia dipercaya sebagai pelindung abdi sekaligus pawang hujan.

Menjelang akhir hayatnya, Si Luh Punggul menyampaikan pesan terakhir agar Tapel (Topeng-red) Rangda ditempatkan di atas jasadnya. Hal tersebut menjadi simbol pengabdian yang tetap melekat meskipun dirinya telah tiada.

Baca Juga  Ratusan Rumah dan Pura Rusak, Pemkot Denpasar Siapkan Langkah Cepat Pemulihan

Suasana pementasan semakin berkesan ketika hujan turun tepat saat bagian puncak cerita garapan Duta Kabupaten Badung berlangsung. Fenomena tersebut membuat penonton yang memenuhi area Ardha Candra memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk apresiasi terhadap sajian seni yang ditampilkan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Badung Nyoman Adi Arnawa, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Ida Bagus Alit Suryana, serta Kadis PMA Provinsi Bali I.G.A.K Kartika Jaya Saputra. (ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments