GATRABALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar menunjukkan komitmennya dalam percepatan pemulihan pasca banjir.
Melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung Walikota IGN Jaya Negara bersama Wakil Walikota Kadek Agus Arya Wibawa, Pemkot resmi membentuk tim gabungan untuk melakukan verifikasi data kerusakan di empat kecamatan.
Tim ini melibatkan unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, perbekel, hingga aparat hukum, dengan dukungan BNPB dan lembaga terkait lainnya.
Fokus utama adalah pendataan kerusakan rumah, pura, pasar, serta fasilitas umum dan sosial yang terdampak.
“Pendataan ini menjadi kunci agar bantuan bisa segera tersalurkan. Dengan adanya klasifikasi kerusakan, kita bisa mengetahui secara detail mana yang rusak ringan, sedang, atau berat,” jelas Walikota Jaya Negara.
Ia menambahkan, pembagian wilayah kerja per kecamatan juga diterapkan untuk mempercepat verifikasi. Data hasil pendataan kemudian akan divalidasi ulang sebelum diajukan ke pemerintah pusat.
Hingga 16 September 2025, total 883 kerusakan tercatat di Kota Denpasar.
Di antaranya, Kecamatan Denpasar Utara mendominasi dengan 675 kerusakan, Denpasar Timur 87 kerusakan, Denpasar Selatan 48 kerusakan, dan Denpasar Barat 73 kerusakan. Kerusakan tersebut meliputi rumah warga, pura, pasar, hingga fasilitas umum dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat.
Menurut Walikota, langkah cepat ini penting agar masyarakat terdampak tidak menunggu terlalu lama untuk memperoleh bantuan.
“Kami berkomitmen bergerak cepat. Setiap laporan dari lapangan akan segera ditindaklanjuti agar pemulihan bisa berjalan,” tegasnya.
Dengan verifikasi terstruktur ini, Pemkot Denpasar berharap proses pemulihan pasca banjir berjalan lebih efektif, serta memastikan bantuan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.(gb)





