spot_img
spot_img
BerandaBaliBuleleng Percepat Pembentukan Desa Siaga TBC, Perkuat Kolaborasi Kejar Eliminasi Tuberkulosis 2030

Buleleng Percepat Pembentukan Desa Siaga TBC, Perkuat Kolaborasi Kejar Eliminasi Tuberkulosis 2030

GATRABALI.COM, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kesehatan terus mengintensifkan upaya percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC) dengan mendorong pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC.

Program ini diharapkan mampu memperkuat deteksi dini, meningkatkan kepatuhan pengobatan, sekaligus mempercepat pencapaian target eliminasi TBC pada 2030.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah sebagai bentuk penguatan kolaborasi lintas sektor.

Hadir dalam rapat tersebut perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A), Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosanti), serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buleleng.

Baca Juga  Bandara Bali Mencatat, Telah Layani 1 Juta Penumpang Selama Nataru

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Ni Nyoman Mertiasa, mengatakan tuberkulosis masih menjadi salah satu penyakit menular yang memerlukan perhatian serius karena berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat.

“Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global hingga sekarang. Sebagai penyakit menular, TBC menjadi pembunuh yang paling mematikan di dunia. Berdasarkan Global TB Report WHO 2025, Indonesia merupakan negara dengan beban Tuberkulosis (TBC) tertinggi kedua di dunia setelah India,” ujar Ni Nyoman Mertiasa di hadapan peserta rapat.

Ia menjelaskan, data Global TB Report WHO 2025 memperkirakan Indonesia memiliki sekitar 1,08 juta kasus baru TBC setiap tahun dengan angka kematian mencapai 126 ribu jiwa. Kondisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan beban TBC terbesar kedua di dunia sekaligus menghadapi tantangan penanganan TBC sensitif obat, TBC-HIV, dan TBC resisten obat.

Baca Juga  Kabupaten Jembrana Gelar Lomba Debat Bahasa Bali untuk Pelestarian Budaya Lokal

Menurutnya, pembentukan Desa Siaga TBC menjadi salah satu strategi untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menemukan kasus lebih cepat, meningkatkan edukasi, serta memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

Selain itu, langkah tersebut juga sejalan dengan implementasi Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis yang menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mengendalikan penyebaran penyakit.

Melalui koordinasi lintas sektor, pemerintah berharap setiap desa dan kelurahan mampu menjadi garda terdepan dalam pencegahan serta pengendalian TBC dengan dukungan edukasi, pendataan, hingga pendampingan kepada masyarakat.

Baca Juga  Kabupaten Buleleng Siapkan Dukungan Besar untuk Kemajuan Olahraga

“Pembentukan desa siaga TBC menjadi salah satu gerakan nyata untuk mendukung upaya bersama dalam mencapai eliminasi TBC. Sehubungan hal tersebut, dalam rangka persiapan Pembentukan Desa & Kelurahan Siaga TBC di Kabupaten Buleleng, maka perlu dilaksanakan Rapat Koordinasi ini pada tahun 2026,” pungkas Mertiasa sebelum membuka acara secara resmi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng berharap kolaborasi lintas perangkat daerah tersebut mampu memperkuat implementasi program hingga tingkat desa sehingga target eliminasi TBC nasional pada 2030 dapat tercapai.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments