GATRABALI.COM, KARANGASEM – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak keluarga besar Laskar Bali Shanti terus menjaga persaudaraan, mengedepankan kedamaian, dan meningkatkan kontribusi bagi masyarakat Bali.
Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Laskar Bali Shanti di Wantilan Pendopo Sri Kesari Warmadewa, kawasan Pura Agung Besakih, Karangasem, Jumat (23/10/2026).
Giri Prasta menyebut usia 25 tahun menjadi momentum bagi organisasi untuk memperkuat komitmen pengabdian sekaligus mematangkan karakter anggotanya. Ia berharap kedamaian senantiasa menjadi prinsip utama dalam setiap langkah organisasi, sejalan dengan arti kata shanti, yakni damai.
“Santi itu adalah damai. Apa pun yang terjadi, kita ingin tetap damai. Saya sangat mengapresiasi transformasi Laskar Bali Santi yang terus berproses menjadi organisasi yang mengedepankan kedamaian dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Syukuran tersebut diisi dengan persembahyangan bersama dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan organisasi. Giri Prasta juga memberikan apresiasi kepada para peserta yang mengikuti kegiatan dengan mengenakan pakaian persembahyangan tanpa atribut organisasi kemasyarakatan.
Menurutnya, suasana tersebut mengandung makna spiritual bahwa di hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, setiap orang hendaknya mengutamakan ketulusan, persaudaraan, dan kedamaian dengan mengesampingkan ego maupun kebesaran duniawi.
Dalam arahannya, Giri Prasta mengapresiasi perjalanan Laskar Bali Shanti yang telah melalui berbagai tahapan perkembangan hingga mencapai usia seperempat abad. Ia menilai perubahan menuju organisasi yang semakin mengutamakan kedamaian dan pengabdian membutuhkan komitmen serta kebersamaan seluruh anggota.
Ia juga menyoroti keterlibatan Laskar Bali Shanti dalam kegiatan kemanusiaan, gotong royong, dan upaya menjaga keamanan di lingkungan desa adat. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan terus dikembangkan agar organisasi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Giri Prasta menyampaikan terima kasih kepada para tokoh dan pengurus, khususnya Ajik Alit atau Anak Agung Ketut Suma Wedanta serta Ajik Suma atau Anak Agung Gede Agung Suma Widana, atas dukungan dan kebersamaan yang telah terjalin.
“Terima kasih kepada Ajik Alit, Ajik Suma, seluruh pengurus, dan semeton sami. Saya bisa berdiri seperti sekarang ini juga tidak terlepas dari dukungan dan kebersamaan saudara-saudara semua,” tuturnya.
Ia mengingatkan para anggota agar senantiasa menjaga perilaku, bersikap rendah hati, dan menjadi teladan di tengah masyarakat. Menurutnya, besarnya sebuah organisasi harus sejalan dengan tanggung jawab yang diemban, bukan menjadi alasan untuk bersikap sombong.
Giri Prasta turut menekankan pentingnya mempertahankan identitas Bali di tengah perkembangan globalisasi dan tingginya mobilitas masyarakat. Baginya, kecintaan terhadap Bali harus diwujudkan melalui tindakan yang bertanggung jawab, menghormati hukum, dan menjaga keharmonisan sosial.
“Bali harus tetap menjadi Bali. Bukan hanya dalam bentuk fisiknya, tetapi juga dalam jiwanya; bukan hanya dalam simbol-simbolnya, tetapi dalam nilai-nilai hidup yang mengakar dalam keseharian kita,” tegasnya.
Ia berpesan agar upaya menjaga Bali tidak hanya didorong oleh emosi, tetapi juga dilakukan dengan kecerdasan, etika, dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Dengan begitu, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan konstruktif yang memperkuat persatuan dan ketenteraman masyarakat.
Giri Prasta berharap Laskar Bali Shanti tetap berpegang pada nilai-nilai perjuangan, adat, tradisi, budaya, dan kearifan lokal. Ia juga mengajak seluruh anggota menyelesaikan persoalan melalui musyawarah serta mengedepankan persaudaraan dan tanggung jawab.
Perayaan HUT ke-25 Laskar Bali Shanti juga diisi dengan sejumlah kegiatan sosial. Pada 3 Oktober 2026, organisasi tersebut menggelar donor darah dan pelepasan burung merpati sebagai simbol kepedulian kemanusiaan serta harapan akan kedamaian.
Kegiatan berlanjut pada 18 Oktober 2026 melalui pelaksanaan bakti sosial secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Bali.
Dalam syukuran di kawasan Pura Agung Besakih, Laskar Bali Shanti menyerahkan paket kebutuhan pokok dan uang tunai kepada 33 pemangku di lingkungan pura. Giri Prasta juga memberikan bantuan pribadi sebesar Rp50 juta untuk mendukung kegiatan dan pengabdian sosial.
Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan peringatan hari jadi organisasi sebagai kesempatan untuk memperkuat kepedulian dan berbagi dengan masyarakat.
Sesepuh sekaligus Ketua Dewan Pengawas DPP Laskar Bali Shanti, Anak Agung Ketut Suma Wedanta atau Ajik Alit, mengajak anggota memanfaatkan peringatan 25 tahun organisasi untuk melakukan introspeksi dan memperkuat persaudaraan.
Ia menekankan pentingnya meningkatkan kedewasaan, menjaga etika, serta menjalankan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Seluruh anggota diharapkan tetap rendah hati, mempertahankan solidaritas, dan mendahulukan kepentingan bersama.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Karangasem Wayan Pandu Prapanca Lagosa mengingatkan pentingnya memelihara persatuan dan kebersamaan. Ia berharap Laskar Bali Shanti terus berperan positif dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan masyarakat Bali.
Semangat persaudaraan organisasi diharapkan tercermin dalam kepedulian terhadap lingkungan, hubungan harmonis antarmanusia, serta penghormatan terhadap nilai spiritual dan budaya Bali.
Menutup arahannya, Giri Prasta mengajak seluruh anggota Laskar Bali Shanti terus berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kematangan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh usia dan jumlah anggota, melainkan juga oleh kemampuannya menjaga ketertiban, menghormati hukum, merawat persaudaraan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Ia berharap Laskar Bali Shanti dapat terus berkembang menjadi organisasi yang solid dan bertanggung jawab, serta berkontribusi mewujudkan Bali yang aman, harmonis, dan ajeg dengan tetap menjunjung tinggi adat, budaya, dan kearifan lokal.(ism/gatrabali)


