GATRABALI.COM, BADUNG – Harga beras premium di salah satu penyosohan beras terkemuka, Lukluk Darmasaba, Mengwi, Badung, mengalami kenaikan signifikan. Dari sebelumnya seharga Rp 13.300 per kilogram, kini melonjak menjadi Rp 14.400 per kilogram.
I Nyoman Susila, pemilik usaha penyosohan beras tersebut, menjelaskan bahwa kenaikan harga tersebut terjadi pada Sabtu, 10 Februari 2024, siang. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh belum memasukinya musim panen raya di sebagian besar daerah pertanian di Badung. Diperkirakan panen raya baru akan dimulai pada bulan Maret tahun ini. Situasi ini berdampak pada harga gabah, yang kemudian berimbas pada harga beras.
“Harga beras memang naik. Ini karena faktor belum dimulainya panen raya, terutama di area pertanian di Kabupaten Badung,” ungkapnya.
Nyoman Susila juga menyebutkan bahwa harga beli gabah dari petani juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya seharga Rp 7.200 per kilogram, kini naik menjadi Rp 7.800 per kilogram.
“Harga gabah yang dibeli sebelumnya hanya Rp 7.200 per kilogram, kini naik menjadi Rp 7.800 per kilogram,” tambahnya.
Meskipun demikian, Nyoman mengklaim bahwa dalam kondisi normal, usahanya mampu menghasilkan kurang lebih 30 ton beras premium setiap bulannya.
Kenaikan harga beras ini tentu saja memberikan dampak kepada konsumen, terutama bagi mereka yang mengonsumsi beras premium. Masyarakat diharapkan dapat memahami situasi ini dan beradaptasi dengan kenaikan harga sementara yang terjadi.(gun/gb)





