GATRABALI.COM, BADUNG – Daerah di Bali sebagian besar memiliki beragam tradisi saat hari raya Galungan, Rabu kemarin, 28 Februari 2024.
Mungkin salah satunya tradisi di Banjar Kerobokan, Desa Munggu, Kabupaten Badung, terdapat permainan ayunan kayu tradisional yang sejak dahulu hingga kini masih dioperasikan dan sangat disukai anak-anak di desa ini.
Ayunan kayu ini memiliki ke unikan. Yang mana, ayunan kayu ini hanya dioperasikan saat hari raya Galungan hingga hari Raya Kuningan saja.
Akan tetapi menurut Kelian Banjar Adat, Banjar Kerobokan, Desa Munggu, Kabupaten Badung, I Made Suada pengoperasian di Galungan bulan ini hanya dioperasikan hingga, sabtu depan karena, beriringan dengan hari raya Nyepi.
“Ya, tradisi ini tetap kami gelar setiap hari Raya Galungan dan Kuningan.Akan tetapi, di Galungan ini kami hanya akan mengoperasikannya pada Sabtu Ini saja karena Kuningan akan datang beriringan dengan Nyepi sehingga tidak kami operasikan,” jelasnya.
Dirinya menyampaikan, ayunan tradisional ini mulai dioperasikan sejak sore hingga malam, tarif dikenakan dua ribu lima ratus sekali naiknya, dengan waktu 2 hingga 3 menit.
Menurut Dirinya, Sebagian masyarakat tidak mengetahui pasti berapa umur ayunan kayu ini hingga saat ini.
Dalam kesempatan yang sama salah satu penyewa ayunan seorang anak perempuan, Ni Komang Aprilia Putri menyampaikan, senang dan seru naik ayunan kayu bersama teman-teman saat hari Raya Galungan.
Sembari dirinya mengaku, selalu datang menyewa saat hari raya Galungan tiba.
“Senang lah, apa lagi naik beramai-ramai bersama tema-teman apa lagi bertepatan dengan hari raya ini (Galungan),” tutupnya.(gun/gb)





