GATRABALI.COM, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesejahteraan masyarakat dengan menyalurkan bantuan keuangan kepada warga Hindu menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan 2026.
Program yang memasuki tahun kedua ini menyasar 82.420 kepala keluarga (KK) dengan nilai bantuan sebesar Rp2 juta per KK.
Bantuan tersebut disalurkan langsung melalui rekening penerima di Bank BPD Bali. Secara keseluruhan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp164,8 miliar untuk mendukung daya beli masyarakat menjelang hari raya keagamaan.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Banjar Sekarmukti, Kecamatan Petang, Wantilan Pura Dalem Desa Adat Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, serta Banjar Tengah Kaler dan Kelod, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kamis, 11 Juni 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Badung, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I.B. Surya Suamba, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Olivia Surya Suamba, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah.
Bupati Adi Arnawa mengatakan bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.
“Hari raya adalah momentum kebahagiaan, kebersamaan, dan peningkatan spiritualitas. Namun di sisi lain, menjelang hari raya biasanya terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat yang berdampak pada kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok. Karena itu pemerintah harus hadir membantu masyarakat agar tetap memiliki daya beli yang memadai,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah ingin memastikan seluruh masyarakat dapat menjalankan rangkaian hari raya dengan nyaman tanpa terbebani persoalan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Dengan kondisi ekonomi saat ini, termasuk adanya kenaikan harga bahan bakar yang berimbas pada harga-harga di lapangan, program ini sangat relevan untuk membantu masyarakat mempertahankan daya belinya. Kami ingin memastikan masyarakat Badung tetap bisa merayakan hari raya dengan tenang dan penuh kebahagiaan,” tegasnya.
Selain bantuan tunai, Pemkab Badung juga menggandeng Perumda Pasar Mangu Giri Sedana dan BPD Bali untuk memberikan potongan harga belanja sebesar Rp50 ribu bagi masyarakat yang membeli kebutuhan upacara di pasar yang dikelola pemerintah.
Menurut Adi Arnawa, langkah tersebut tidak hanya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan upacara dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga menjadi stimulus untuk menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.
“Ini langkah yang sangat baik karena membantu masyarakat memenuhi kebutuhan upacara sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi. Kalau daya beli masyarakat ada, otomatis perekonomian akan bergerak. Itu salah satu tujuan utama program ini,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bantuan keuangan tersebut merupakan bagian dari kebijakan perlindungan sosial yang dirancang untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Ke depan, program ini dapat digunakan secara lebih fleksibel apabila terjadi kondisi darurat seperti pandemi, bencana alam, maupun gejolak harga yang berdampak luas.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung Gede Eka Sudarwitha mengatakan peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan sering kali diikuti kenaikan harga barang dan jasa yang dapat menekan daya beli masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah menghadirkan bantuan keuangan sebagai instrumen jaring pengaman sosial sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi daerah.
“Pemberian bantuan keuangan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga daya beli masyarakat, meringankan beban ekonomi keluarga, serta mendukung upaya pengendalian inflasi daerah. Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat menyambut dan merayakan Hari Raya Galungan dengan lebih tenang, khusyuk, dan penuh sukacita,” jelasnya.
Berdasarkan data yang telah diverifikasi melalui musyawarah berjenjang dari tingkat dusun hingga Dinas Sosial, penerima bantuan tersebar di enam kecamatan.
Kecamatan Mengwi menjadi wilayah dengan penerima terbanyak sebanyak 24.166 KK, disusul Abiansemal 22.123 KK, Kuta Selatan 14.190 KK, Kuta Utara 8.729 KK, Petang 7.876 KK, dan Kuta sebanyak 5.336 KK.(nov/gb)





