GATRABALI.COM, LOMBOK TIMUR – Petani kakao di Lombok Timur direkomendasikan untuk menggunakan teknik fermentasi dalam mengolah biji kakao basah menjadi kakao kering sebagai strategi efektif untuk meningkatkan mutu biji kakao.
Teknik ini terbukti dapat menghasilkan aroma, rasa, dan warna yang disukai konsumen, sehingga dapat meningkatkan nilai jual biji kakao.
Rekomendasi ini disampaikan oleh Ir. A.A. Made Semaryani, M.Si, seorang akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (FP Unwar) pada Minggu 26 Mei 2024, dalam pelatihan dan sosialisasi yang diadakan oleh Kelompok Tani Kakao Sinar Bahagia I di Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Nasional, hasil kerjasama antara Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Warmadewa dan Program Studi Teknologi Pertanian dan Agribisnis Universitas Mataram.
Dalam pelatihan tersebut, Semaryani menjelaskan bahwa proses fermentasi melibatkan penguraian senyawa polifenol, protein, dan gula oleh enzim yang ada dalam biji kakao. Proses ini menghasilkan biji kakao dengan aroma, rasa, dan warna yang lebih baik, sekaligus mengurangi rasa pahit, asam, manis, dan aroma bunga, serta meningkatkan aroma khas kakao.
“Fermentasi biji kakao harus dilakukan dengan cara yang tepat dan sesuai standar,” ujar Semaryani. Ia menekankan pentingnya pengawasan dan pengendalian mutu selama proses pengolahan untuk memastikan biji kakao yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan standar industri.
Dalam sesi pelatihan dan sosialisasi ini, Semaryani juga memberikan contoh-contoh cara efektif untuk mengimplementasikan metode fermentasi dalam pengolahan biji kakao. Ia menunjukkan bagaimana biji kakao yang difermentasi dengan baik dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Dengan demikian, rekomendasi Semaryani untuk menggunakan teknik fermentasi dalam meningkatkan kualitas biji kakao diharapkan dapat membantu petani kakao di Lombok Timur meningkatkan hasil produksi mereka serta meningkatkan pendapatan. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi yang berkelanjutan dan efektif bagi para petani kakao di daerah tersebut.(gus/gb)





