GATRABALI.COM, DENPASAR – Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (FP-Unwar) mendorong kelompok wanita tani (KWT) di Bali untuk mengolah jagung manis menjadi susu sebagai langkah inovatif dalam pengelolaan pasca panen dan meningkatkan nilai ekonomi produk pertanian.
Dr. Ir. I Gusti Bagus Udayana, M.Si dari FP-Unwar menjelaskan pentingnya langkah ini dalam meningkatkan nilai tambah budidaya jagung manis.
“Produksi jagung manis tidak hanya dipanen dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi produk siap saji seperti susu jagung manis,” kata Udayana di Denpasar.
Susu jagung manis tidak hanya memberikan nilai ekonomi lebih, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan signifikan bagi konsumen. Kandungannya yang kaya akan karbohidrat, serat, protein, vitamin, dan mineral menjadikannya pilihan yang baik untuk meningkatkan energi dan kesehatan tubuh.
“Jagung manis mengandung antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin yang membantu melindungi tubuh dari radikal bebas serta bermanfaat untuk kesehatan jantung,” tambah Udayana.
Upaya sosialisasi dan pelatihan telah dilakukan, termasuk melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang melibatkan Kelompok Wanita Tani Desa Sulangai, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Hal ini bertujuan untuk memperluas pemahaman dan penerapan pengolahan jagung manis menjadi susu di tingkat masyarakat.
Menurut data, luas panen jagung pipilan di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 2,49 juta hektare dengan produksi jagung pipilan kering sebesar 14,46 juta ton. Meskipun mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, potensi jagung manis tetap besar untuk dikembangkan dalam berbagai produk olahan. (gus/gb)





