GATRABALI.COM, BADUNG – Terjadinya tindak kriminal menyasar wisatawan mancanegara di Kabupaten Badung belakangan ini.
Kondisi ini ditangapi Bupati Badung, Adi Arnawa. Dirinya menilai tidakan kriminal menyasar wisatawan mancanegara diyakini mampu mencoreng citra pariwisata Bali sebagai destinasi pawisata bertaraf internasional.
Dalam upaya menekan tindak kriminal khususnya di daerah Kabupaten Badung.
Dirinya menghimbau, desa adat di Badung agar mengerakan Bantuan Keamanan Desa Adat (Bankamda) guna lakukan patroli dimasing-masing wilayah desa adat, dengan harapan mampu menekan tindak kriminal di wilayah Kabupaten Badung.
“Saya melihat, sekarang, sekaligus mengimbau pada kesempatan ini, desa adat mulai kita mengaktifkan Bankamda.Badan Keamanan Desa Adat ini,kita dorong untuk tetap melakukan patroli-patroli. Dan saya akan coba evaluasi nanti apa yang harus kita perlu siapkan,” katanya, Kamis, (23/5/2026) di Kuta, Badung.
Dirinya merasakan ngeri melihat tidak kriminal jambret menimpa salah satu wisatawan sempat muncul di media sosial belum lama di wilayah Badung.
“Saya agak ngeri melihat beberapa kejadian di media sosial, yang terjadi tepat didepan mata wisatawan.Ada orang yang di jambret.Seakan-akan Bali sudah bukan Bali lagi” terangnya.
Arnawa menambahkan, situasi ini tidak boleh terjadi secara berkepanjangan karena, akan memberi kesan buruk bagi pariwisata Bali, yang sebelumnya Bali tempat yang aman dan nyaman untuk wisatawan berlibur.
“Oleh karena itulah, apa namanya, kondisi ini tidak boleh terjadi terus-terusan di Bali, karena ini akan merusak citra, image Bali sebagai daerah tourism. Yang mana selama ini merasa wisatawan datang ke Bali telah aman dan nyaman,” pungkasnya.(gun/gb)





