spot_img
spot_img
BerandaBaliAyu Kristi Arya Wibawa Tinjau MPLS, Dorong Keterlibatan Ayah Dampingi Anak Masuk...

Ayu Kristi Arya Wibawa Tinjau MPLS, Dorong Keterlibatan Ayah Dampingi Anak Masuk Sekolah

GATRABALI.COM, DENPASAR – Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa, didampingi Ketua PP PAUD Kota Denpasar, Ida Ayu Widnyani Wiradana, melaksanakan kunjungan langsung ke tiga satuan pendidikan dalam rangka memantau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kamis (24/7/2025).

Tiga sekolah yang dikunjungi yakni TK SPNF SKB Kota Denpasar, SD Negeri 1 Penatih, dan SD Widya Sakti Denpasar.

Turut mendampingi kegiatan tersebut, Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati, Plt. Kabid PAUD dan PNF Disdikpora Denpasar I Nyoman Andika, serta Bunda PAUD Kelurahan Penatih.

Baca Juga  Puskesmas I Densel Raih Penghargaan PPKM Award 2023 Tingkat Nasional

Dalam suasana penuh semangat, Ayu Kristi terlibat aktif dalam kegiatan anak-anak, mulai dari senam bersama hingga menyanyi. Ia pun memberikan pesan positif kepada para siswa agar berani mandiri dan tidak takut saat mulai bersekolah.

“Kami ingin memastikan MPLS berjalan sesuai arahan Pemerintah Pusat serta aman dan menyenangkan bagi anak-anak. Yang menggembirakan, banyak ayah hadir mendampingi anaknya. Ini hal positif yang perlu terus didorong,” kata Ayu Kristi.

Baca Juga  Rangsang Jiwa Entrepreneur, HIPMI Buleleng Gelar Seminar 'Indonesia Youth Movement'

Kunjungan ini mencerminkan komitmen kuat Pokja Bunda PAUD Kota Denpasar dalam mendukung transisi anak usia dini menuju pendidikan dasar yang nyaman, ramah, dan mendidik.

Sementara itu, Plt. Kepala TK SPNF SKB Kota Denpasar, Wayan Budisih, menyampaikan apresiasinya atas perhatian Pokja Bunda PAUD. Ia menyebut pelaksanaan MPLS di sekolahnya telah mengacu pada pedoman yang berlaku, diawali dengan kegiatan senam, doa pagi, hingga pengenalan lingkungan sekolah.

Baca Juga  Kadek Boy Konsisten Raih Podium di Kejurnas MX 50cc, Peluang Juara Nasional Kian Terbuka Lebar

Kepala SD Widya Sakti Denpasar, Wayan Karsana, juga menyampaikan hal senada. Meskipun jumlah siswa baru hanya delapan orang, pihaknya tetap menjalankan MPLS secara optimal.

“Semangat kami tidak luntur. Namun kami berharap sistem zonasi bisa dikaji kembali agar sekolah kami dapat menjaring lebih banyak siswa dari luar Denpasar,” ujarnya.(gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments